Teruntuk kamu, entah kamu mau anggap aku ini teman, kawan, sahabat, sampah, atau apapun, tapi Kepik itu membisiki-ku kata-kata penyusun kalimat. Membawa segenap arti tak bertuah yang membuatku menitikkan air mata. Aku menangis, menangisi ketakutanku atas apa yang baru saja ku dengar. Memang itu hanya perkiraan. Itu hanya diagnosa. Itu hanya masa depan yang belum pasti 100%. Tapi aku takut, aku takut apabila ternyata itu semua adalah benar. Aku takut bahwa kamu sudah mulai menggali lubangmu sendiri. Atau bahkan memang sudah menggali lubang itu semakin dalam. Aku takut dirimulah sendiri yang mendorongmu jatuh jauh ke dasar jurang. Aku takut aku sudah mengetahuinya, namun terlambat menyadarinya.
Sometimes i wish i could save you, and there's so many things that i want you to know. I won't give up till' it's over, if it takes till' forever i want you to know that if you fall stumble down, i'll pick you up off the ground. If you lose faith in you, i'll give you strength to pull through.
Batu memang menjadi tempat berpijak dan berpegangan saat di tebing, seperti katamu. Ketika orang lain berusaha menjatuhkan dan menenggelamkanmu dalam kebohongan. Menutup matamu atas kebenaran. Dan menulikan telingamu atas kejujuran. Aku tidak, sama sekali tidak keberatan sekalipun kamu menganggapku sebagai batu. Meskipun itu sekali lagi, dua kali lagi, atau... tolonglah, jangan jatuh di lubang yang sama. Ya, itu ketika lubang itu dibuat oleh orang lain. Namun, saat lubang itu kamu sendiri yang membuatnya, kamu yang mendesignnya, kamu tidak lagi mengijinkan dan menginginkanku berdiri di tepian, menyelamatkanmu ketika kau mulai limbung dan jatuh.
Where'd you go? You left me here so unexpected. You chenged my life. I hope you know, cause now i'm lost, so unprotected. Like a shooting star, flying across the room. so fast so far, you were gone too soon. You're part of me, and i'll never be the same here without you. You were gone too soon.
Aku hanya tidak bisa mempercayainya. Aku tidak mau pula mempercayainya. Walaupun belum tentu kamu mempercayai aku sebesar aku mempercayai kamu, tapi rasanya tidak dipercaya oleh seseorang itu mengecewakan. Apalagi dengan orang yang kita percaya pula. Rasanya diuji itu menyakitkan. Tidak ada yang perlu hancur sayapnya atau menghancurkan sayapmu agar kamu menetap. Karena sesungguhnya, perasaan itu tidak perlu dengan sengaja diuji. Hati tau kemana tempat yang tepat untuk berlabuh. Seharusnya hati dapat membedakan mana yang baik dan yang tidak baik, yang benar dan yang salah, sebuah kebohongan dan kejujuran. Karena Allah memberi kita nurani dan mata hati sejak kita di lahirkan kedunia ini, yang seharusnya kita gunakan. Tidak untuk disia-siakan.
![]() |
| Tell me you won't give up, cause i'll be waiting for if you fall, you know, i'll be there for you. |
Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin lainnya dari kejahatan lidah dan tangannya. (HR. Ahmad)
Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawanakrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping (HR. Ahmad)
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah (Al An'am: 116)
Tinggalkanlah yang meragukanmu, karena kejujuran adalah ketentraman, dan kebohongan adalah kebimbangan (HR. Tirmidzi)
Apabila kita meninggalkan sesuatu hal yang buruk bagi kita, Allah akan menggantinya dengan hal yang jauh lebih baik dari keburukan yang sudah kita tinggalkan. (HR. Tirmidzi)
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al 'Ankabut: 69)














