Kawanku, aku tidak butuh kehadiranmu disaatku butuh. Karena aku tau kamu tidak bisa dan tidak mungkin melakukannya. Tapi aku akan selalu mendengarkan barang keluh kesahmu. Mungkin sedikit saran dan tanggapan dapat meringankan bebanmu.
Kawanku, aku tidak memaksamu untuk menjadi temanku. Karena aku tau pertemanan yang baik itu terjalin dari hati yang tulus dan bersih, bukan karena rasa ingin memiliki dan paksaan. Tetapi aku tidak akan pernah menolak jika kamu menawarkan aku untuk menjadi temanmu. Karena aku tau, jauh di dalam hatimu, kamu tetap temanku yang pernah aku kenal.
Kawanku, aku tidak meminta bantuan darimu kecuali aku sangat terdesak. Karena aku tau, bahwa kamu tidak bisa melakukannya. Tapi aku percaya, jauh di dalam sana, kamu ingin melakukannya. Kamu tetap sahabatku yang pernah aku kenal.
Kawanku, aku tidak memintamu peduli padaku ketika aku tersungkur karena kepedihan yang kian mendalam. Karena aku tau kamu tidak mungkin melakukannya. Namun, cukup dengan melihat cercahan tatapanmu aku dapat melihat kamu peduli.
Kawanku, aku tidak memintamu hadir atau barang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Karena aku tau, kamu tidak akan melakukannya. Sifat dasar yang sudah tertanam. Namun ternyata ada hal yang membuatku sedih, bukan, bukan karena kamu tidak melihatku di hari ulang tahunku. Tapi karena aku harus mengumpat-umpat hanya untuk berbicara dengan sahabatku sendiri.
Kawanku, semua orang ingin di mengerti, ingin di dengar, ingin berbahagia dengan orang-orang yang mereka cintai, tapi aku harus mengubur 3 rasa yang pernah hinggap itu. Aku dan kamu tau bahwa saat ini kita tidak dalam situasi yang memungkinkan untuk berjalan di tali yang sama. Karena ternyata keadaan lebih memihak hatimu untuk melakukannya. Tapi bukan masalah bagiku, karena aku tau dan percaya, kamu tetap sahabat yang pernah aku kenal. Dan suatu saat nanti, di saat yang sudah tepat, kamu akan kembali seperti yang pernah kami kenal. Tertawa bersama seperti sahabat karib, dan saling mengerti dalam setiap keadaan.
Persahabatan yang baik dan sehat adalah yang mana mereka saling mengerti, memaafkan dan membimbing di banyak kesempatan. Karena tidak ada yang namanya mantan sahabat, di kamusku.
Kawan, aku tidak sedang mendongeng atau menakutimu atas bahwa karma itu masih ada dan berlaku...
Janganlah kamu melupakan bagaimana pertama kali kamu dapat berjalan dan meraih jemari ibumu. Karena, suatu saat kamu dapat kehilangan arah dan berjalan pada tali kehidupan yang salah.
Begitu pula...
Janganlah kamu melupakan apa yang sudah kamu berhasil jalin, temukan, maupun buat. Jangan lupakan bagaimana bahagianya kamu mendapatkannya. Karena ketika kamu lalai dan lupa, mungkin gembok tak terkunci dan harimau telah masuk menghabisi kelincimu.
Kawan, jika kamu sekarang meninggalkan kami, jangan kamu bertanya kepada Allah kenapa kamu di tinggalkan oleh orang yang penting dalam hidupmu. Karena menurut pengalaman pribadiku sendiri, karma memang benar-benar ada. Dan karma bukan sesuatu untuk di sesali, namun sebagai tempat bercermin diri dan meninggalkannya sebagai pelajaran.
Kawan, walaupun 'ia' atau siapapun meminta kami mencari teman yang lebih baik dari kamu, maaf, aku tidak mau menjadi sahabat yang jahat. Seperti kataku, tidak ada mantan sahabat, di kamusku. Kawan, mengertilah bahwa kami menganggapmu sahabat, bukan hanya sekedar bualan konyol yang mampu hilang. Karena menurutku, tidak ada satupun di dunia ini yang bisa di gantikan. Semirip apapun fisik, sifat maupun sikap seseorang/sesuatu, aku tau dan percaya bahwa mereka berbeda.
Kawan, sadarilah bahwa diatas langit masih ada langit lagi. Janganlah kamu merasa tinggi dan meninggalkan apa yang menurut kamu rendah, karena sampai kapanpun, siklus kehidupan selalu berputar. Dan siapapun dapat merasakannya, termasuk kamu.
Di peruntukkan kawanku yang sedang berbahagia di sana. Semoga saja, tulisanku ini dapat sedikit membuatmu menoleh dan sekedar say 'hi' pada kami. Tapi jika kamu tidak bisa, aku tetap percaya, suatu saat apa yang telah tertutup, tidak akan selamanya tertutup. Ia akan terbuka jika sudah pada waktunya. Dan aku percaya, jauh di dalam, kamu tetap sahabatku yang pernah aku kenal. O:)
Sabtu, 28 Januari 2012
Minggu, 22 Januari 2012
Penyesalan Terdalam
Dulu aku pernah menulis sebuah post dengan judul Aku Tidak Mau Jadi Sama Menyesalnya. Post tersebut berisikan tentang aku yang tidak mau jadi sama menyesalnya dengan seseorang yang membuat lagu 'Saat terakhir' yang di bawakan oleh Charlie ST 12. Tetapi aku tidak pernah membayangkan betapa lagu itu bisa menembus harapku dan meresapi beberapa seling waktu hidupku. 22 Januari 2012, hari ini aku merasa menyesal paling dalam selama hidupku. Aku tidak pernah semenyseal ini dalam relung waktu hidupku. Aku telah kehilangan sesuatu yang ternyata sangat berharga untukku. Ia adalah salah satu sanak keluarga terdekatku. Namanya simple namun sangat membekas dalam tiap bulir darahku, Kimble. Begitulah semua orang memanggilnya, Seekor kucing persian berwarna belang tiga gelap yang baru saja melahirkan 3 orang anak kucing pada tanggal 13 Januari lalu. Tubuhnya kecil begitu pula dengan anak-anaknya yang sudah meninggal pula 3 hari setelah mereka sempat menghirup oksigen dunia yang kata orang indah ini.
Aku menyesal, sangat menyesal. kepergiannya sangat membekas di hatiku. 2 jam lebih aku menangis hingga maag ku kambuh dan mataku berasa sangat kering. Sampai aku merasa semua hampa. Sekitar pukul 6 petang tadi, aku masih merawatnya dan memang saat itu ia seperti menghampiriku dan terlihat seperti ingin berpamitan. 'Ya Allah, cabut pula nyawaku bila bisa mengembalikannya Ya Allah. Tidak ada yang akan bersedih hati atas itu,' pintaku. Air mata terus mengalir keluar sambil tanganku mengelus bulunya yang sudah terlihat layu. Matanya sayu terlihat sedih melihatku menangis deras. Aku menangis dalam diamku. Ku seka cairan yang keluar melalui hidungnya dengan tisu. Dan tangisku semakin menjadi ketika nafasnya berbunyi 'ngiiik' di telingaku. 'Ya Allah jangan ambil Kimble ya Allah.'
Aku topang tubuh ringkihnya masuk ke dalam kandangnya, ia tergeletak dan mulai mengangkat kepalanya seperti meyakinkanku ia tidak apa-apa. Setelah semua kucingku masuk ke kandangnya, aku segera masuk dan menyeka cairang yang keluar melalui mata dan hidungku. Aku tidak tau aku harus apa dan bagaimana.
Ketika shalat, aku bawa nama Kimble dalam doaku. Aku terus berdoa dan masih berharap aku dan Kimble masih sama-sama memiliki harapan. Namun ternyata Allah tidak mengabulkan permohonanku. Allah pula yang membunuh semua semangatku. Tangisku pecah sejadi-jadinya begitu aku mengetahui Kimble telah tiada. Aku tidak bisa lagi membendung tangisku di depan ibuku dan adikku. Adikku juga turut menangis di tengah kegiatan mengajinya. Rasanya menyesal dan sangat hampa. Semua sumber semangatku di renggut olehNya. Tapi tidak Ia berikan semangat baru. Rasa kepercayaanku memudar kau tau? Aku kecewa, sangat kecewa. Kimble memang hanya seekor kucing. Namun bagiku, rasa sayangku terhadap keluarga, kucing-kucingku, dan sahabatku adalah sama rata. Mereka sudah aku anggap seperti keluarga terdekatku. Dan ketika harapan dan semangat yang aku harapkan dari sahabatku menipis, harapan dan semangat dari kucing-kucingku sirna. Aku menyesal karena Kimble adalah satu-satunya kucing yang jarang mendapat perhatianku karena warna bulunya yang kurang menarik. Namun di saat terakhirnya, ia berpamitan padaku, seakan memberikanku kesempatan untuk sekedar mengelus bulunya.
Hanya satu tahun ia hidup di dunia ini. 13 Desember 2010 lalu ia lahir ke dunia ini 4 bersaudara. Namun 2 saudaranya meninggal, jadilah ia hidup bersama saudaranya, Chicko. Dan sekarang 22 Januari 2012 Allah mengambil nyawanya, mengambil semangatku. Tidak ada lagi sebutan 'kucing paling pintar dan penurut', tidak ada lagi kucing yang paling rakus menjilati vitaminnya. Tidak ada lagi kucing paling lincah di rumah, tidak ada lagi saudaranya Chicko, tidak ada lagi suara orang yang memanggil 'Kimble' di rumah ini. Semuanya lenyap begitu saja, dan aku belum mampu menerimanya. Mengingat tanggal 27 Januari besok aku ulang tahun, rasanya ini kado paling indah yang Allah berikan. Hilangnya semua semangatku.
Selamat jalan Kimbleku, sayang. Baik-baik di surga. Suatu waktu nanti, kita akan bertemu lagi di sana, ya! :')
Aku menyesal, sangat menyesal. kepergiannya sangat membekas di hatiku. 2 jam lebih aku menangis hingga maag ku kambuh dan mataku berasa sangat kering. Sampai aku merasa semua hampa. Sekitar pukul 6 petang tadi, aku masih merawatnya dan memang saat itu ia seperti menghampiriku dan terlihat seperti ingin berpamitan. 'Ya Allah, cabut pula nyawaku bila bisa mengembalikannya Ya Allah. Tidak ada yang akan bersedih hati atas itu,' pintaku. Air mata terus mengalir keluar sambil tanganku mengelus bulunya yang sudah terlihat layu. Matanya sayu terlihat sedih melihatku menangis deras. Aku menangis dalam diamku. Ku seka cairan yang keluar melalui hidungnya dengan tisu. Dan tangisku semakin menjadi ketika nafasnya berbunyi 'ngiiik' di telingaku. 'Ya Allah jangan ambil Kimble ya Allah.'
Aku topang tubuh ringkihnya masuk ke dalam kandangnya, ia tergeletak dan mulai mengangkat kepalanya seperti meyakinkanku ia tidak apa-apa. Setelah semua kucingku masuk ke kandangnya, aku segera masuk dan menyeka cairang yang keluar melalui mata dan hidungku. Aku tidak tau aku harus apa dan bagaimana.
Ketika shalat, aku bawa nama Kimble dalam doaku. Aku terus berdoa dan masih berharap aku dan Kimble masih sama-sama memiliki harapan. Namun ternyata Allah tidak mengabulkan permohonanku. Allah pula yang membunuh semua semangatku. Tangisku pecah sejadi-jadinya begitu aku mengetahui Kimble telah tiada. Aku tidak bisa lagi membendung tangisku di depan ibuku dan adikku. Adikku juga turut menangis di tengah kegiatan mengajinya. Rasanya menyesal dan sangat hampa. Semua sumber semangatku di renggut olehNya. Tapi tidak Ia berikan semangat baru. Rasa kepercayaanku memudar kau tau? Aku kecewa, sangat kecewa. Kimble memang hanya seekor kucing. Namun bagiku, rasa sayangku terhadap keluarga, kucing-kucingku, dan sahabatku adalah sama rata. Mereka sudah aku anggap seperti keluarga terdekatku. Dan ketika harapan dan semangat yang aku harapkan dari sahabatku menipis, harapan dan semangat dari kucing-kucingku sirna. Aku menyesal karena Kimble adalah satu-satunya kucing yang jarang mendapat perhatianku karena warna bulunya yang kurang menarik. Namun di saat terakhirnya, ia berpamitan padaku, seakan memberikanku kesempatan untuk sekedar mengelus bulunya.
Hanya satu tahun ia hidup di dunia ini. 13 Desember 2010 lalu ia lahir ke dunia ini 4 bersaudara. Namun 2 saudaranya meninggal, jadilah ia hidup bersama saudaranya, Chicko. Dan sekarang 22 Januari 2012 Allah mengambil nyawanya, mengambil semangatku. Tidak ada lagi sebutan 'kucing paling pintar dan penurut', tidak ada lagi kucing yang paling rakus menjilati vitaminnya. Tidak ada lagi kucing paling lincah di rumah, tidak ada lagi saudaranya Chicko, tidak ada lagi suara orang yang memanggil 'Kimble' di rumah ini. Semuanya lenyap begitu saja, dan aku belum mampu menerimanya. Mengingat tanggal 27 Januari besok aku ulang tahun, rasanya ini kado paling indah yang Allah berikan. Hilangnya semua semangatku.
Selamat jalan Kimbleku, sayang. Baik-baik di surga. Suatu waktu nanti, kita akan bertemu lagi di sana, ya! :')
Selasa, 17 Januari 2012
Trust and Test
Everybody, yeah you especially who read this post, i wanna asking you something. If you falling in love with someone, or you have a boyfriend or girlfriend, will you give them test to know how big, how high their love is it? Have you ever think how their feel when they're know you give them a test? Can you make a different which test to know how big their feelings and to see how big their feelings? Because it's different. To know it means you haven't trust their feelings yet. And to see it means you want to feel their love to you.
Have you ever been tested by someone? What did you feels? it's hurt? Happy? Or something else?
I've been, and i felt a little shock. Just my thought, test is just good for see their feelings, not to know their feelings. And do you know? i had learnt from a comic jilid 3 titled Tears of My First Love, Momoka (first actrees) said "i'm sorry, Amano. But i cant do that. I love him and i dont want to test him. It means i dont trust in Narumi. It might be hurt him and if you're in his position, will you be glad to be tested by someone who you love?" So, have an answer?
Have you ever been tested by someone? What did you feels? it's hurt? Happy? Or something else?
I've been, and i felt a little shock. Just my thought, test is just good for see their feelings, not to know their feelings. And do you know? i had learnt from a comic jilid 3 titled Tears of My First Love, Momoka (first actrees) said "i'm sorry, Amano. But i cant do that. I love him and i dont want to test him. It means i dont trust in Narumi. It might be hurt him and if you're in his position, will you be glad to be tested by someone who you love?" So, have an answer?
Directly and Indirectly
Farewell is something which we cant regret and deny. 2011 is a year which i have to learn about farewell which directly and indirectly. Allah is always fair, Allah never took this into under part of wheel of life too long, and so do that to took us into the highest part of wheel of life. And there's a time which we just walking in flat road and nobody in there. So this is my experience in 2011.
On October 2011, i had lost my lovely kittens for the first time. My cat named Kimble was maternity in the morning. I guess, it seems like at 4 O'clock and we're all know that it's too morning to get up. Nobody know she's was maternity. So, new four kittens was died because Kimble haven't know how to take care her baby yet. I felt so shock and sad, of course. Because the four of them have cute fur colours. I was so regret to know that. But, one day past, and another problem and happy time coming, i've forgot that problem. And that problem happened again last week. Kimble was maternity two baby on 13 January 2011. But her maternity have a problem, one of her child couldn't been born and me and my mother must help her to maternity her third baby. But, how poor of us, the third baby was died. Either the two of another baby. I'm so sad and that time was the first time i was crying under the rain. When my friend watched Theater ketupat's performence, i was crying in my own quite. And i hope your pray to Kimble's healthy, because i dont know why kimble still haven't to eat her food yet. i'm really worry about her. I dont wanna be lost another my pet. Ilove them like i love my family, like i love my bestfriends. I dont wanna lose them as i dont wanna lose my family and bestfiends. Anyone help me send a pray to Allah for Kimble's health? :')
So, this's my own experience which i called of directly farewell.
Today, one of my bestfriend was telling a story and asking to suggestion. Her problem was remind me that i almost lose my bestfriends. Firstly everything was clear, nothings bad happening. Until i've feeling dont wanna let them go, i've been over protective to them. I almost lose them, you know? All i know are over protective is not helping, and dont trust anyone like you trust your pet. Because a pet can not tell a human about your secret, but anybody can tell your secret. Dont loving someone like you love your self, because there's a time they're go, leave us behind. Dont hate someone too much, because they're might be your true friend or your soulmate. Everything which too much and too less isn't good for your life. Trust it! It's works! :p
Yeah, that's my own experience that i called indirectly farewell.
Nobody want a farewell, moreover in the farewell there's a love inside. It can be love to family, bestfriend, someone or yeah maybe you will miss your enemy. :p
But Dont look the worst part of it. See to forward, there're so many things wait you over there! New experience, new live, new challenge, and the important part is you nearer to your future and your ideals. Be patient everybody. We can work it out, together! Allah always with us, we can do it, we're the winner and this is our day! :D
On October 2011, i had lost my lovely kittens for the first time. My cat named Kimble was maternity in the morning. I guess, it seems like at 4 O'clock and we're all know that it's too morning to get up. Nobody know she's was maternity. So, new four kittens was died because Kimble haven't know how to take care her baby yet. I felt so shock and sad, of course. Because the four of them have cute fur colours. I was so regret to know that. But, one day past, and another problem and happy time coming, i've forgot that problem. And that problem happened again last week. Kimble was maternity two baby on 13 January 2011. But her maternity have a problem, one of her child couldn't been born and me and my mother must help her to maternity her third baby. But, how poor of us, the third baby was died. Either the two of another baby. I'm so sad and that time was the first time i was crying under the rain. When my friend watched Theater ketupat's performence, i was crying in my own quite. And i hope your pray to Kimble's healthy, because i dont know why kimble still haven't to eat her food yet. i'm really worry about her. I dont wanna be lost another my pet. Ilove them like i love my family, like i love my bestfriends. I dont wanna lose them as i dont wanna lose my family and bestfiends. Anyone help me send a pray to Allah for Kimble's health? :')
So, this's my own experience which i called of directly farewell.
Today, one of my bestfriend was telling a story and asking to suggestion. Her problem was remind me that i almost lose my bestfriends. Firstly everything was clear, nothings bad happening. Until i've feeling dont wanna let them go, i've been over protective to them. I almost lose them, you know? All i know are over protective is not helping, and dont trust anyone like you trust your pet. Because a pet can not tell a human about your secret, but anybody can tell your secret. Dont loving someone like you love your self, because there's a time they're go, leave us behind. Dont hate someone too much, because they're might be your true friend or your soulmate. Everything which too much and too less isn't good for your life. Trust it! It's works! :p
Yeah, that's my own experience that i called indirectly farewell.
Nobody want a farewell, moreover in the farewell there's a love inside. It can be love to family, bestfriend, someone or yeah maybe you will miss your enemy. :p
But Dont look the worst part of it. See to forward, there're so many things wait you over there! New experience, new live, new challenge, and the important part is you nearer to your future and your ideals. Be patient everybody. We can work it out, together! Allah always with us, we can do it, we're the winner and this is our day! :D
Rabu, 11 Januari 2012
Motivation
I had done stupid things 1 year ago. And i dont want to do the same thing anymore. If only i could start all over and take things back somehow. If i could get it right at first time, i never had to made mistake.
If only you think with your heart and then you never have to say 'if only'. I'll keep this quote into my life. And although i have fallen to the worst part, i wont show i was crying. Because my sister said, when you're crying, no one understand you. They're just feel poor of you amd make them have assume that you're weak. You must know something, you're not weak as them (who were made you cry). Just show them your prettiest smile and say you can through your problem. And the one who said "i know you're not. It will be better if we through it together." is your True Friend! Because i've assume that true friend who is never let you through your problem by your self.
Honey, chance is coming twice, thrice, maybe five times. But believe me, nobody will so damn stupid to give another chance to a person who don't deserve it and don't learn anything from their mistakes. It's useless and only wasting time.
So, believe that if we still want to learn from our mistakes, there're still a chance for us. But if we have learn from it but it hasn't come yet, It must be wait for the right time! Or the best thing is Allah has better plan for us!☺
Ya Allah, if i lose my hopes today, remember me that your plans are better, bigger, brighter than my dreams. Help me to faced up that pain and sorrow. Send me Your guardian angel to make me stronger. Ya Allah, i love you! {♥}
Remember this, besides every bad situation, there always have many learn and we must learning it! And if you think the situation isn't like the must be or you want, believe that Allah planning BETTER situation for us♥.
Anything i do, anything i say, i'm sorry, i love you too much. I just have one heart and it have been filled only by you♥.
Because spaces between my fingers are where YOU fit perfectly!♥☺
I have suggest that speak 6 lines to YOUR SELF every morning: 1) Bismillahirrohmanirrohim. 2) Iam the best. 3) I can do it. 4) Allah is always with me. 5) Iam a winner. 6) Today is my day :D
Thankyou Allah,that you give me so many experience to learn, so You've made me strong when i'm going through tough times in my live. And in the end, you've always make things okay.
Oh yeah, just for remember, this post i wrote especially only to my self. Every sentences which written by blue ink are mine. And always remember that NO PLAGIARISM! ☺
If only you think with your heart and then you never have to say 'if only'. I'll keep this quote into my life. And although i have fallen to the worst part, i wont show i was crying. Because my sister said, when you're crying, no one understand you. They're just feel poor of you amd make them have assume that you're weak. You must know something, you're not weak as them (who were made you cry). Just show them your prettiest smile and say you can through your problem. And the one who said "i know you're not. It will be better if we through it together." is your True Friend! Because i've assume that true friend who is never let you through your problem by your self.
Honey, chance is coming twice, thrice, maybe five times. But believe me, nobody will so damn stupid to give another chance to a person who don't deserve it and don't learn anything from their mistakes. It's useless and only wasting time.
So, believe that if we still want to learn from our mistakes, there're still a chance for us. But if we have learn from it but it hasn't come yet, It must be wait for the right time! Or the best thing is Allah has better plan for us!☺
Dear, trust is like a paper. Once it crumble, it can't be perfect. Maybe we forgive a liar, but we never ever forget it, right?
A Liar will not be believed, even when they speak the truth. So don't be fooled. A liar is a liar. A snake is still a snake even it has been molt. Maybe not now, but someday, they will do the same thing again to you. Believe it, it has been happened to me.
No one realizes they're being fooled because they're too busy laughing at the fool.
No one realizes what they do when they're chasing what they want. Don't be fool, we're human. Not animal at all! Think about it. What you want is different with what you need, dear. When you chase what you want, you'll forget, even don't know what you need. You'll miss it when you lose it, darl!
Ya Allah, if i lose my hopes today, remember me that your plans are better, bigger, brighter than my dreams. Help me to faced up that pain and sorrow. Send me Your guardian angel to make me stronger. Ya Allah, i love you! {♥}
Remember this, besides every bad situation, there always have many learn and we must learning it! And if you think the situation isn't like the must be or you want, believe that Allah planning BETTER situation for us♥.
Anything i do, anything i say, i'm sorry, i love you too much. I just have one heart and it have been filled only by you♥.
Because spaces between my fingers are where YOU fit perfectly!♥☺
I have suggest that speak 6 lines to YOUR SELF every morning: 1) Bismillahirrohmanirrohim. 2) Iam the best. 3) I can do it. 4) Allah is always with me. 5) Iam a winner. 6) Today is my day :D
Thankyou Allah,that you give me so many experience to learn, so You've made me strong when i'm going through tough times in my live. And in the end, you've always make things okay.
Minggu, 08 Januari 2012
Ambigu
Tak habis pikir jika aku buka lagi maupun kembali lembaran-lembaran kertas putih yang telah terisi coretan tak berujung dengan berbagai warna memancarkan auranya masing-masing. Ketika kerumitan mendatangi jalanku dan aku dihadapkan dengan pilihan, ketika aku tidak tau seberapa bodohkahnya aku tetap berdiri atau akan menjadi sebodoh apakah aku jika aku berjalan menutup telinga dan mata hatiku. Ketika aku tidak punya alasan untuk tetap berdiri namun aku tetap melakukannya. Terkadang ada banyak dan beragam alasan untuk tetap tinggal, dan temanku mengatakan sebaliknya. Tapi tidak, menurutku bukan tidak ada alasan. Namun belum, belum menemukan alasan.
Dan ketika aku mencoba membaca situasi, membuka apa yang telah terjalin dan membekas dalam menjalar hingga ke dalam humus, aku tidak bisa membaca apa yang telah terjadi disini. Kepada kamu yang di luar sana, yang membaca, maupun kepada siapa aku peruntukan tulisan ini, aku minta maaf. Rasanya seperti aku berdiri berhadapan denganmu, sangat dekat, dan kemudian kamu menatapku dalam lalu mengucapkan 'selamat tinggal' dan seterusnya menghempaskanku jatuh dari gedung pencakar langit yang telah berdiri tidak dengan sendirinya, tentunya.
Dingin, seperti aku berdiri di danau es dan mencoba menggapai dan disaat yang sama aku meraih pundakmu, aku jatuh kedalam retakan danau yang tak berdasar. Mungkin aku seperti berlari di dalam telur, berlari, lari dan terus berlari tanpa pernah sampai pada ujungnya. Tapi, rasanya itu tidak akan menjadi kendala, masalah, apalagi keterpurukan. Walau harus bertelanjang kaki, berjalan, berari sampai tertatih, aku bukan manusia lemah. Namun, ketakutan yang menghampiriku sekarang, perlahan, menjalar pelan menimbulkan kegundahan yang semakin membuatku ingin tau, apa alasannya. Aku ingin alasan itu menepuk pundakku dan membisiki alasan-alasan yang membuat diriku berkecamuk dengan segala pola pikir serumit benang rajut.
Kepada kamu yang di luar sana, yang membaca, maupun kepada siapa aku peruntukan tulisan ini.
Dan ketika aku mencoba membaca situasi, membuka apa yang telah terjalin dan membekas dalam menjalar hingga ke dalam humus, aku tidak bisa membaca apa yang telah terjadi disini. Kepada kamu yang di luar sana, yang membaca, maupun kepada siapa aku peruntukan tulisan ini, aku minta maaf. Rasanya seperti aku berdiri berhadapan denganmu, sangat dekat, dan kemudian kamu menatapku dalam lalu mengucapkan 'selamat tinggal' dan seterusnya menghempaskanku jatuh dari gedung pencakar langit yang telah berdiri tidak dengan sendirinya, tentunya.
Dingin, seperti aku berdiri di danau es dan mencoba menggapai dan disaat yang sama aku meraih pundakmu, aku jatuh kedalam retakan danau yang tak berdasar. Mungkin aku seperti berlari di dalam telur, berlari, lari dan terus berlari tanpa pernah sampai pada ujungnya. Tapi, rasanya itu tidak akan menjadi kendala, masalah, apalagi keterpurukan. Walau harus bertelanjang kaki, berjalan, berari sampai tertatih, aku bukan manusia lemah. Namun, ketakutan yang menghampiriku sekarang, perlahan, menjalar pelan menimbulkan kegundahan yang semakin membuatku ingin tau, apa alasannya. Aku ingin alasan itu menepuk pundakku dan membisiki alasan-alasan yang membuat diriku berkecamuk dengan segala pola pikir serumit benang rajut.
Kepada kamu yang di luar sana, yang membaca, maupun kepada siapa aku peruntukan tulisan ini.
![]() |
| Ambigu |
Jumat, 06 Januari 2012
Seterusnya
Kali ini aku akan membagi ceritaku hari Kamis kemarin di temani lagu Never Knew I Needednya NeYo. Aku tidak akan menceritakan semua apalagi mendetail yang pastinya ya :p
Tetapi bagaimanapun, cerita ini tidak akan lengkap tanpa mereka >> Rizto Wisuda, Sarah Shafira, dan Nurfitriyani A.K.A Acil. :D
Pagi ini aku bangun pukul 6 pagi. Padahal hari ini masih hari libur sekolah. Tapi kebangunanku bukan dikarenakan jam alarm yang tiap pagi membangunkanku untuk sekolah, melainkan sebuah alasan yang membawaku bangun dari mimpiku. Alasannya ialah hari ini aku mempunyai acara dengan beberapa temanku pukul 8 pagi. Seperti biasanya, yang aku lakukan adalah mencari keberadaan handphone ku yang ternyata berada di bawah bantalku. Walau jam dinding terpasang jelas di atas pintu kamarku, aku lebih memilih melihat jam di handphoneku. Ternyata baru jam 6:02, dan tidak ada sms yang masuk pagi itu. Karena mengingat sebuah tugas untuk mengajak temanku yang sangat sibuk bernama Alif, aku segera membuat teks pesan baru untuk menanyakan keputusannya untuk ikut.
Aku bergegas membereskan keperluanku dan merapikan tempat tidurku kemudian menuju kamar mandi. Setelah aku beres, aku melihat handphoneku yang ternyata tidak ada sms satupun yang masuk dan jam sudah menunjukkan pukul 7. 'Sebenarnya, mereka ini jadi pergi tidak, sih?' ucapku dalam hati. Kemudian aku mencoba mengirimkan sms ke masing-masing temanku. dan ternyata mereka membalasnya. Ada yang baru bangun, ada yang mau menjemputku dan ada yang menyiapkan keperluannya. Namun tak ada satupun balasan dari manusia yang super sibuk itu. 'aku rasa anak ini tidak akan ikut' pikirku. Jam sudah menunjukkan pukul 7:45. Aku dan temanku Acil(yang menjemputku) segera berangkat menuju rumah Sarah untuk menjemputnya.
Setelah sampai di rumah Sarah, ternyata Alif memang tidak bisa ikut dikarenakan ia tidak memberi kabar sedikitpun. Akhirnya kami bertiga berinisiatif menghubungi Risto untuk mengabarinya bahwa Alif tidak bisa ikut dalam acara kita kali ini. Namun ternyata Risto yang sudah dalam perjalanan menuju tempat janjian kami, di depan J.co, memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana kami. Kami sekedar merapikan barang bawaan kami dan tanpa kami sadari jam sudah menunjukkan pukul 09:30 dan parahnya Risto sudah sampai di tempat kami janjian. Dengan tergesa-gesa, kami segera berangkat menuju tempat janjian. Sekitar pukul 09:45 kami sampai dan terlihat dari kejauhan Risto yang sedang menunggu kami dengan aura yang dapat kami baca bahwa ia jengkel menunggu kami yang terlalu lama. Setelah acara minta maaf yang kami lakukan dan di beri tanggapan sekenanya dari dia, kami bergegas berangkat ke terminal menunggu bis 09B yang kata Risto sih, ada tulisan tol cikunirnya. Setelah menaiki bis dan duduk, inilah perjalanan 4 anak manusia tanggal 5 Januari 2012. Ditemani lagu Indonesia khas galau yang dinyanyikan oleh pemusik jalanan bersama gitarnya, sambil memandangi jalanan tol yang di rayapi berbagai macam mobil, tidak terasa kami harus turun di Pasar Rabo. Setelah turun dari bis, kami harus berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai angkot 01 dan alhamdulillah, begitu kami sampai dimana kenek bis tadi memberi tahu kami harus menunggu angkot, kami langsung dengan bertemu dengan angkot tersebut.
Dan sampailah kami berempat di pintu gerbang TMII. Rasanya naik angkot menuju tempat ini hanya membutuhkan waktu 2-3 menit. Dan betul saja, jam menunjukkan pukul 10:15. Kami hanya butuh 45 menit menuju TMII. Setelah membayar tiket masuk, ternyata aku merasa ada sesuatu yang aneh di kakiku. Tentu saja sepatu sandalku masih ada dua dan terpasang tepat di kakiku. Namun ternyata, lecet sudah muncul di kaki bagian belakangku. Beruntungnya aku, acil a.k.a Nurfitriyani membawa segala keperluan, benar-benar menjiwai kegiatan ekstrakulikuler yang ia pilih di sekolah, PMR. Ia memberikan plester atau kita sebut handsaplast kepadaku dan segera aku pakai untuk menutupi lukaku. Sungguh konyol, baru berjalan sebentar saja sudah seperti itu. Tujuan pertama kami adalah ke Keong Mas. Percaya tidak percaya, aku dan Risto baru pertama kali memasuki Keong Mas kemarin. Bahkan parahnya lagi, kakiku ini baru pertama kali menjelajahi TMII. Setelah kami mengunjungi Keong Mas, Sarah mengecheck berapa persenkah yang harus kami keluarkan untuk memasuki Keong Mas. Ini kebiasaan yang sudah kami hapal dari Sarah, jika bajet yang harus kami keluarkan tidak sesuai hatinya, ia pasti keluar dan meninggalkan kami, benar-benar sesuatu. Akhirnya Sarah menuju ke tempat dimana pengunjung harus membayar 25 ribu untuk menaiki Sky Lift. Kami diam sejenak memutuskan apa yang akan kita pilih, menonton T-rex di Keong Mas atau menaiki Sky Lift. Setelah di pikir-pikir, akhirnya kami memutuskan untuk menonton T-rex di Keong Mas pada pukul 11:00.
Setelah pukul 12:00, kami keluar dari bangunan yang di sebut Keong Mas itu dan berhenti di sebuah tempat sekedar melindungi diri dari sengatan matahari. Namanya cewek, Sarah dan Acil mengajakku untuk berfoto, tapi aku memang tidak mau berfoto di depan umum. Entahlah kenapa, jadilah aku menolak dan Risto mengambil foto mereka. Di tengah acara meneduh kami, kami melihat anak-anak SD yang bermain menggunakan becak-becakan. Jadilah anak-anak SD yang malang itu sebagai guyonan kami. Setelah puas menjadikan anak-anak SD tadi sebagai bahan guyonan kami, aku yang merasa bosan mengajak mereka berjalan, sebenarnya sih aku tidak tahu aku harus berjalan ke arah mana, namun mengingat Sarah tadi ingin menaiki kendaraan yang bisa kami naiki untuk mengelilingi TMII, kami menuju pohon besar dimana tadi kami menemukan mobil itu terparkir. Namun setelah menunggu 15 menit, kami tidak melihat satupun mobil itu lewat tanpa penumpang. Sekalinya ada, pasti sisanya hanya 3, sedangkan kami kan berempat. Tadinya ada ide kami menyewa sepeda, tapi nanti repot kalau kami harus masuk ke museum dan meninggalkannya di luar. Akhirnya Allah mengirimkan kendaraan mobil hampir mirip bus berhenti beberapa meter di belakang kami. 'Akhirnya' aku yakin kami semua mengucapkan hal yang sama. Setelah mengelilingi berbagai rumah adat, tempat bermain, museum, kami berhenti di Museum Reptil dan mengeluarkan 3ribu rupiah sebagai wajib bayar telah menaiki kendaraan tersebut.
Setelah berjalan dan berhenti di depan Museum Reptil, kami di wajibkan membayar tiket seharga Rp 10.000 untuk memasuki Museum tersebut. Didalamnya terdapat buaya, kura-kura, komodo, dan paling banyak adalah ular. Setelah Risto puas mengambil banyak foto ular, kami memasuki gedung yang isinya binatang yang tadinya kami kira binatang yang di awetkan. Tapi ternyata setelah kami teliti hanya patung yang di buat sedemikian rupa. Gedung ini sepi sekali, bahkan kami satu satunya makhluk hidup di dalam sini dengan patung-patung yang cukup mengerikan. Ketika kami asik melihat-lihat, ternyata hujan besar mengguyur bumi dengan derasnya. Kini aku sama Acil hanya bisa unjuk gigi sama Risto dan Sarah yang tadi mempertanyakan apa gunanya payung padahal langit cerah sekali. Ternyata moto rexona mampu di keluarkan untuk saat ini, 'Sedia Setiap Saat'.
Manunggu hujan reda, aku dan Risto menghabiskannya dengan membaca keterangan tentang binatang-binatang itu, sedangkan Sarah dan Acil asik berfoto-foto ria di depan pendingin ruangan, yang menurutku malah terlihat seperti iklan shampoo. :p
Setelah kami mulai bosan dengan apa yang kami lakukan, aku mencoba membantu Acil mengambil beberapa foto, sedangkan Risto dan Sarah asik menjadikan anak-anak kecil yang baru memasuki gedung ini ketika hujan menghampiri bumi, sebagai guyonan. Aku sempat mengajak salah satu anak itu mengobrol. Namanya Zaki, ia bilang ia kelas 5 SD dan sedang mengerjakan tugas dari tempat lesnya. Setelah kami mulai merasa bosan(lagi), kami duduk di depan pendingin AC dan membicarakan hal-hal gak penting untuk aku deskripsikan di sini. :p
Akhirnya aku lebih memilih baca buku yang aku bawa dan duduk di depan patung macan yang tidak terlalu dingin. Tetapi mereka malah menjadikanku bahan guyonan.
Setelah Acil merasa hujan sudah cukup reda untuk di terjang (mengingat hujan ini pasti akan lama), kami keluar dari gedung itu dan membuka ketiga payung yang kami bawa. Akhirnya aku sepayung berdua dengan Acil, Risto dan Sarah menggunakan payung mereka masing-masing. Kami berjalan ingin menuju Museum Air Tawar dan Insecta, namun kami tidak tau kemana kami harus melangkahkan kaki kami di tengah hujan dan perut lapar. Akhirnya aku mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu sekalian menunggu hujan ini reda. Setelah berjalan beberapa ratus meter dengan berbagai cobaan pada payung kami, ternyata perjalanan kami membuahkan hasil. CFC yang kami cari terlihat di sebuah gedung Sky Lift. Tentu saja kami segera masuk dan memesan makanan. Setelah hujan reda dan kebetulan makanan kami sudah masuk kedalam perut kami tentunya, kami melanjutkan perjalanan di pimpin Risto, mencari dimana Museum Air Tawar dan Insecta berada.
Sudah beratus-ratus meter kami berjalan, sampai mengelilingi beberapa rumah adat, taman burung, Museum Listrik, dan kembali lagi ke Museum Reptil. Heihoo kami hanya berjalan memutar di tengah halusnya rintik hujan. Aku berjalan di depan mengikuti Risto yang masih mencari keberadaan Museum Air Tawar dan Insecta, sedangkan Sarah dan Acil asik menyanyi di belakang kami tanpa malu di dengar orang. Memang hari sudah sore dan waktu menunjukkan pukul 3:45. Aku yakin, banyak pengunjung yang sudah memutuskan untuk pulang. Setelah berjalan sampai kaki ku, Risto dan Acil lecet-lecet, kami menemukan keberadaan Museum tersebut. Kami segera membeli tiket dan masuk ke dalam. Ikan yang paling menarik perhatian kami di sini adalah ikan piranha dan belut listrik yang besar dan panjang sekali. Kami yakin jika ia bisa berbicara, pasti sudah teriak kalau aquariumnya sempit.
Setelah selesai menjelajah dan mengambil beberapa foto, kami menuju Museum Serangga. Aku yang memang takut berlebihan dengan ciptaan Allah yang kecil dan hidup itu hanya bisa memandang aneh yang bertolak belakang ketika aku melihat isi Museum Reptil.
Sesudahnya, kami menuju masjid karena Risto belum Shalat ashar dan dzuhur tadi. Aku dan Acil yang kebetulan sedang tidak shalat menunggu di toko di samping masjid. Setelah beberapa lama kemudian kami melanjutkan perjalanan kami mencari pintu keluar dan pulang. Aku yakin sekali kalau kita berangkat pulang dari masjid itu pukul 5 sore. Namun karena harus berjalan jauh dan memutar, sehingga menghabiskan waktu banyak, di sinilah kami sekarang, di dalam bis pada pukul 6 sore. Kami bersyukur dapat naik bis ini ketika bis ini masih kosong. Karena sekitar pukul 6:20 bis ini penuh sesak dengan orang-orang. Dan parahnya lagi perkiraanku soal sampai rumah pukul 7 malam, salah besar.
Walau harus bangun pagi, kaki ku lecet-lecet, kehujanan, rambutku tidak jelas karena rintikkan hujan, naik angkutan umum/bis yang penuh sesak, jalan beratus-ratus meter bahkan sampai kilometer pun, aku sama sekali tidak akan keberatan. Aku akan sangat senang jika itu aku lakukan bersama mereka lagi! ♥:D
Tetapi bagaimanapun, cerita ini tidak akan lengkap tanpa mereka >> Rizto Wisuda, Sarah Shafira, dan Nurfitriyani A.K.A Acil. :D
Pagi ini aku bangun pukul 6 pagi. Padahal hari ini masih hari libur sekolah. Tapi kebangunanku bukan dikarenakan jam alarm yang tiap pagi membangunkanku untuk sekolah, melainkan sebuah alasan yang membawaku bangun dari mimpiku. Alasannya ialah hari ini aku mempunyai acara dengan beberapa temanku pukul 8 pagi. Seperti biasanya, yang aku lakukan adalah mencari keberadaan handphone ku yang ternyata berada di bawah bantalku. Walau jam dinding terpasang jelas di atas pintu kamarku, aku lebih memilih melihat jam di handphoneku. Ternyata baru jam 6:02, dan tidak ada sms yang masuk pagi itu. Karena mengingat sebuah tugas untuk mengajak temanku yang sangat sibuk bernama Alif, aku segera membuat teks pesan baru untuk menanyakan keputusannya untuk ikut.
Aku bergegas membereskan keperluanku dan merapikan tempat tidurku kemudian menuju kamar mandi. Setelah aku beres, aku melihat handphoneku yang ternyata tidak ada sms satupun yang masuk dan jam sudah menunjukkan pukul 7. 'Sebenarnya, mereka ini jadi pergi tidak, sih?' ucapku dalam hati. Kemudian aku mencoba mengirimkan sms ke masing-masing temanku. dan ternyata mereka membalasnya. Ada yang baru bangun, ada yang mau menjemputku dan ada yang menyiapkan keperluannya. Namun tak ada satupun balasan dari manusia yang super sibuk itu. 'aku rasa anak ini tidak akan ikut' pikirku. Jam sudah menunjukkan pukul 7:45. Aku dan temanku Acil(yang menjemputku) segera berangkat menuju rumah Sarah untuk menjemputnya.
Setelah sampai di rumah Sarah, ternyata Alif memang tidak bisa ikut dikarenakan ia tidak memberi kabar sedikitpun. Akhirnya kami bertiga berinisiatif menghubungi Risto untuk mengabarinya bahwa Alif tidak bisa ikut dalam acara kita kali ini. Namun ternyata Risto yang sudah dalam perjalanan menuju tempat janjian kami, di depan J.co, memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana kami. Kami sekedar merapikan barang bawaan kami dan tanpa kami sadari jam sudah menunjukkan pukul 09:30 dan parahnya Risto sudah sampai di tempat kami janjian. Dengan tergesa-gesa, kami segera berangkat menuju tempat janjian. Sekitar pukul 09:45 kami sampai dan terlihat dari kejauhan Risto yang sedang menunggu kami dengan aura yang dapat kami baca bahwa ia jengkel menunggu kami yang terlalu lama. Setelah acara minta maaf yang kami lakukan dan di beri tanggapan sekenanya dari dia, kami bergegas berangkat ke terminal menunggu bis 09B yang kata Risto sih, ada tulisan tol cikunirnya. Setelah menaiki bis dan duduk, inilah perjalanan 4 anak manusia tanggal 5 Januari 2012. Ditemani lagu Indonesia khas galau yang dinyanyikan oleh pemusik jalanan bersama gitarnya, sambil memandangi jalanan tol yang di rayapi berbagai macam mobil, tidak terasa kami harus turun di Pasar Rabo. Setelah turun dari bis, kami harus berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai angkot 01 dan alhamdulillah, begitu kami sampai dimana kenek bis tadi memberi tahu kami harus menunggu angkot, kami langsung dengan bertemu dengan angkot tersebut.
Dan sampailah kami berempat di pintu gerbang TMII. Rasanya naik angkot menuju tempat ini hanya membutuhkan waktu 2-3 menit. Dan betul saja, jam menunjukkan pukul 10:15. Kami hanya butuh 45 menit menuju TMII. Setelah membayar tiket masuk, ternyata aku merasa ada sesuatu yang aneh di kakiku. Tentu saja sepatu sandalku masih ada dua dan terpasang tepat di kakiku. Namun ternyata, lecet sudah muncul di kaki bagian belakangku. Beruntungnya aku, acil a.k.a Nurfitriyani membawa segala keperluan, benar-benar menjiwai kegiatan ekstrakulikuler yang ia pilih di sekolah, PMR. Ia memberikan plester atau kita sebut handsaplast kepadaku dan segera aku pakai untuk menutupi lukaku. Sungguh konyol, baru berjalan sebentar saja sudah seperti itu. Tujuan pertama kami adalah ke Keong Mas. Percaya tidak percaya, aku dan Risto baru pertama kali memasuki Keong Mas kemarin. Bahkan parahnya lagi, kakiku ini baru pertama kali menjelajahi TMII. Setelah kami mengunjungi Keong Mas, Sarah mengecheck berapa persenkah yang harus kami keluarkan untuk memasuki Keong Mas. Ini kebiasaan yang sudah kami hapal dari Sarah, jika bajet yang harus kami keluarkan tidak sesuai hatinya, ia pasti keluar dan meninggalkan kami, benar-benar sesuatu. Akhirnya Sarah menuju ke tempat dimana pengunjung harus membayar 25 ribu untuk menaiki Sky Lift. Kami diam sejenak memutuskan apa yang akan kita pilih, menonton T-rex di Keong Mas atau menaiki Sky Lift. Setelah di pikir-pikir, akhirnya kami memutuskan untuk menonton T-rex di Keong Mas pada pukul 11:00.
Setelah pukul 12:00, kami keluar dari bangunan yang di sebut Keong Mas itu dan berhenti di sebuah tempat sekedar melindungi diri dari sengatan matahari. Namanya cewek, Sarah dan Acil mengajakku untuk berfoto, tapi aku memang tidak mau berfoto di depan umum. Entahlah kenapa, jadilah aku menolak dan Risto mengambil foto mereka. Di tengah acara meneduh kami, kami melihat anak-anak SD yang bermain menggunakan becak-becakan. Jadilah anak-anak SD yang malang itu sebagai guyonan kami. Setelah puas menjadikan anak-anak SD tadi sebagai bahan guyonan kami, aku yang merasa bosan mengajak mereka berjalan, sebenarnya sih aku tidak tahu aku harus berjalan ke arah mana, namun mengingat Sarah tadi ingin menaiki kendaraan yang bisa kami naiki untuk mengelilingi TMII, kami menuju pohon besar dimana tadi kami menemukan mobil itu terparkir. Namun setelah menunggu 15 menit, kami tidak melihat satupun mobil itu lewat tanpa penumpang. Sekalinya ada, pasti sisanya hanya 3, sedangkan kami kan berempat. Tadinya ada ide kami menyewa sepeda, tapi nanti repot kalau kami harus masuk ke museum dan meninggalkannya di luar. Akhirnya Allah mengirimkan kendaraan mobil hampir mirip bus berhenti beberapa meter di belakang kami. 'Akhirnya' aku yakin kami semua mengucapkan hal yang sama. Setelah mengelilingi berbagai rumah adat, tempat bermain, museum, kami berhenti di Museum Reptil dan mengeluarkan 3ribu rupiah sebagai wajib bayar telah menaiki kendaraan tersebut.
Setelah berjalan dan berhenti di depan Museum Reptil, kami di wajibkan membayar tiket seharga Rp 10.000 untuk memasuki Museum tersebut. Didalamnya terdapat buaya, kura-kura, komodo, dan paling banyak adalah ular. Setelah Risto puas mengambil banyak foto ular, kami memasuki gedung yang isinya binatang yang tadinya kami kira binatang yang di awetkan. Tapi ternyata setelah kami teliti hanya patung yang di buat sedemikian rupa. Gedung ini sepi sekali, bahkan kami satu satunya makhluk hidup di dalam sini dengan patung-patung yang cukup mengerikan. Ketika kami asik melihat-lihat, ternyata hujan besar mengguyur bumi dengan derasnya. Kini aku sama Acil hanya bisa unjuk gigi sama Risto dan Sarah yang tadi mempertanyakan apa gunanya payung padahal langit cerah sekali. Ternyata moto rexona mampu di keluarkan untuk saat ini, 'Sedia Setiap Saat'.
Manunggu hujan reda, aku dan Risto menghabiskannya dengan membaca keterangan tentang binatang-binatang itu, sedangkan Sarah dan Acil asik berfoto-foto ria di depan pendingin ruangan, yang menurutku malah terlihat seperti iklan shampoo. :p
Setelah kami mulai bosan dengan apa yang kami lakukan, aku mencoba membantu Acil mengambil beberapa foto, sedangkan Risto dan Sarah asik menjadikan anak-anak kecil yang baru memasuki gedung ini ketika hujan menghampiri bumi, sebagai guyonan. Aku sempat mengajak salah satu anak itu mengobrol. Namanya Zaki, ia bilang ia kelas 5 SD dan sedang mengerjakan tugas dari tempat lesnya. Setelah kami mulai merasa bosan(lagi), kami duduk di depan pendingin AC dan membicarakan hal-hal gak penting untuk aku deskripsikan di sini. :p
Akhirnya aku lebih memilih baca buku yang aku bawa dan duduk di depan patung macan yang tidak terlalu dingin. Tetapi mereka malah menjadikanku bahan guyonan.
Setelah Acil merasa hujan sudah cukup reda untuk di terjang (mengingat hujan ini pasti akan lama), kami keluar dari gedung itu dan membuka ketiga payung yang kami bawa. Akhirnya aku sepayung berdua dengan Acil, Risto dan Sarah menggunakan payung mereka masing-masing. Kami berjalan ingin menuju Museum Air Tawar dan Insecta, namun kami tidak tau kemana kami harus melangkahkan kaki kami di tengah hujan dan perut lapar. Akhirnya aku mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu sekalian menunggu hujan ini reda. Setelah berjalan beberapa ratus meter dengan berbagai cobaan pada payung kami, ternyata perjalanan kami membuahkan hasil. CFC yang kami cari terlihat di sebuah gedung Sky Lift. Tentu saja kami segera masuk dan memesan makanan. Setelah hujan reda dan kebetulan makanan kami sudah masuk kedalam perut kami tentunya, kami melanjutkan perjalanan di pimpin Risto, mencari dimana Museum Air Tawar dan Insecta berada.
Sudah beratus-ratus meter kami berjalan, sampai mengelilingi beberapa rumah adat, taman burung, Museum Listrik, dan kembali lagi ke Museum Reptil. Heihoo kami hanya berjalan memutar di tengah halusnya rintik hujan. Aku berjalan di depan mengikuti Risto yang masih mencari keberadaan Museum Air Tawar dan Insecta, sedangkan Sarah dan Acil asik menyanyi di belakang kami tanpa malu di dengar orang. Memang hari sudah sore dan waktu menunjukkan pukul 3:45. Aku yakin, banyak pengunjung yang sudah memutuskan untuk pulang. Setelah berjalan sampai kaki ku, Risto dan Acil lecet-lecet, kami menemukan keberadaan Museum tersebut. Kami segera membeli tiket dan masuk ke dalam. Ikan yang paling menarik perhatian kami di sini adalah ikan piranha dan belut listrik yang besar dan panjang sekali. Kami yakin jika ia bisa berbicara, pasti sudah teriak kalau aquariumnya sempit.
Setelah selesai menjelajah dan mengambil beberapa foto, kami menuju Museum Serangga. Aku yang memang takut berlebihan dengan ciptaan Allah yang kecil dan hidup itu hanya bisa memandang aneh yang bertolak belakang ketika aku melihat isi Museum Reptil.
Sesudahnya, kami menuju masjid karena Risto belum Shalat ashar dan dzuhur tadi. Aku dan Acil yang kebetulan sedang tidak shalat menunggu di toko di samping masjid. Setelah beberapa lama kemudian kami melanjutkan perjalanan kami mencari pintu keluar dan pulang. Aku yakin sekali kalau kita berangkat pulang dari masjid itu pukul 5 sore. Namun karena harus berjalan jauh dan memutar, sehingga menghabiskan waktu banyak, di sinilah kami sekarang, di dalam bis pada pukul 6 sore. Kami bersyukur dapat naik bis ini ketika bis ini masih kosong. Karena sekitar pukul 6:20 bis ini penuh sesak dengan orang-orang. Dan parahnya lagi perkiraanku soal sampai rumah pukul 7 malam, salah besar.
Walau harus bangun pagi, kaki ku lecet-lecet, kehujanan, rambutku tidak jelas karena rintikkan hujan, naik angkutan umum/bis yang penuh sesak, jalan beratus-ratus meter bahkan sampai kilometer pun, aku sama sekali tidak akan keberatan. Aku akan sangat senang jika itu aku lakukan bersama mereka lagi! ♥:D
Langganan:
Komentar (Atom)

