Dulu aku pernah menulis sebuah post dengan judul Aku Tidak Mau Jadi Sama Menyesalnya. Post tersebut berisikan tentang aku yang tidak mau jadi sama menyesalnya dengan seseorang yang membuat lagu 'Saat terakhir' yang di bawakan oleh Charlie ST 12. Tetapi aku tidak pernah membayangkan betapa lagu itu bisa menembus harapku dan meresapi beberapa seling waktu hidupku. 22 Januari 2012, hari ini aku merasa menyesal paling dalam selama hidupku. Aku tidak pernah semenyseal ini dalam relung waktu hidupku. Aku telah kehilangan sesuatu yang ternyata sangat berharga untukku. Ia adalah salah satu sanak keluarga terdekatku. Namanya simple namun sangat membekas dalam tiap bulir darahku, Kimble. Begitulah semua orang memanggilnya, Seekor kucing persian berwarna belang tiga gelap yang baru saja melahirkan 3 orang anak kucing pada tanggal 13 Januari lalu. Tubuhnya kecil begitu pula dengan anak-anaknya yang sudah meninggal pula 3 hari setelah mereka sempat menghirup oksigen dunia yang kata orang indah ini.
Aku menyesal, sangat menyesal. kepergiannya sangat membekas di hatiku. 2 jam lebih aku menangis hingga maag ku kambuh dan mataku berasa sangat kering. Sampai aku merasa semua hampa. Sekitar pukul 6 petang tadi, aku masih merawatnya dan memang saat itu ia seperti menghampiriku dan terlihat seperti ingin berpamitan. 'Ya Allah, cabut pula nyawaku bila bisa mengembalikannya Ya Allah. Tidak ada yang akan bersedih hati atas itu,' pintaku. Air mata terus mengalir keluar sambil tanganku mengelus bulunya yang sudah terlihat layu. Matanya sayu terlihat sedih melihatku menangis deras. Aku menangis dalam diamku. Ku seka cairan yang keluar melalui hidungnya dengan tisu. Dan tangisku semakin menjadi ketika nafasnya berbunyi 'ngiiik' di telingaku. 'Ya Allah jangan ambil Kimble ya Allah.'
Aku topang tubuh ringkihnya masuk ke dalam kandangnya, ia tergeletak dan mulai mengangkat kepalanya seperti meyakinkanku ia tidak apa-apa. Setelah semua kucingku masuk ke kandangnya, aku segera masuk dan menyeka cairang yang keluar melalui mata dan hidungku. Aku tidak tau aku harus apa dan bagaimana.
Ketika shalat, aku bawa nama Kimble dalam doaku. Aku terus berdoa dan masih berharap aku dan Kimble masih sama-sama memiliki harapan. Namun ternyata Allah tidak mengabulkan permohonanku. Allah pula yang membunuh semua semangatku. Tangisku pecah sejadi-jadinya begitu aku mengetahui Kimble telah tiada. Aku tidak bisa lagi membendung tangisku di depan ibuku dan adikku. Adikku juga turut menangis di tengah kegiatan mengajinya. Rasanya menyesal dan sangat hampa. Semua sumber semangatku di renggut olehNya. Tapi tidak Ia berikan semangat baru. Rasa kepercayaanku memudar kau tau? Aku kecewa, sangat kecewa. Kimble memang hanya seekor kucing. Namun bagiku, rasa sayangku terhadap keluarga, kucing-kucingku, dan sahabatku adalah sama rata. Mereka sudah aku anggap seperti keluarga terdekatku. Dan ketika harapan dan semangat yang aku harapkan dari sahabatku menipis, harapan dan semangat dari kucing-kucingku sirna. Aku menyesal karena Kimble adalah satu-satunya kucing yang jarang mendapat perhatianku karena warna bulunya yang kurang menarik. Namun di saat terakhirnya, ia berpamitan padaku, seakan memberikanku kesempatan untuk sekedar mengelus bulunya.
Hanya satu tahun ia hidup di dunia ini. 13 Desember 2010 lalu ia lahir ke dunia ini 4 bersaudara. Namun 2 saudaranya meninggal, jadilah ia hidup bersama saudaranya, Chicko. Dan sekarang 22 Januari 2012 Allah mengambil nyawanya, mengambil semangatku. Tidak ada lagi sebutan 'kucing paling pintar dan penurut', tidak ada lagi kucing yang paling rakus menjilati vitaminnya. Tidak ada lagi kucing paling lincah di rumah, tidak ada lagi saudaranya Chicko, tidak ada lagi suara orang yang memanggil 'Kimble' di rumah ini. Semuanya lenyap begitu saja, dan aku belum mampu menerimanya. Mengingat tanggal 27 Januari besok aku ulang tahun, rasanya ini kado paling indah yang Allah berikan. Hilangnya semua semangatku.
Selamat jalan Kimbleku, sayang. Baik-baik di surga. Suatu waktu nanti, kita akan bertemu lagi di sana, ya! :')
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar