Selasa, 29 November 2011

Broken

Dear, i have ever found 3 birdies which have a little problem. they had fallen from their nest. Dont know why, my feelings said i must take care of them.

Dear, i have treated, protected and been care with them. I dont know how this feelings get into my soul. I think i'm in love with them. I love them so much.

Dear, they're always make me happy everyday. Make my problem dissapear and i've fallen to far in love with them. We're sharing, telling jokes, stories, and the happiest i know is they will always standing beside me.

Dear, we've got problem. One by one hurt each other by told a lie. They're have new friends. I happy to hear that. But i never will be happy to become left like this.

Dear, they have learned how to fly. Everyday i help them to do the best. I dont want they've got problem.

Dear, they can fly now. They always practicing their ability everyday. I have no wings, dear. I hope i have it. i hope i can fly to the sky with them. Painting the sky with our happiness.

Dear, everyday i almost lose them. They've gone too far. God, help me to find them. Help me to bring them back to me.

Dear, i think it's times to stop hoping something about them. It's look like the birdies which founded by me are being strong bird. I can feel how much their hopes to fly away to the sky.

Dear, i have no ready to let them go, yet. I love them so much. This is hurt, dear. Do you have an idea to make this not feels hurt anymore?

Dear, now i can see the most hurt feeling into my self. I can feels the birdies which founded by me, are strong enough and they are not forbearing anymore to wait me let them go. ☹

Dear, do you think i can have let them go? It feels i never should have let them go. (∫˘︿˘)

Sabtu, 26 November 2011

Beberapa Patah Kata

Ya Allah, rasanya aku sangat takut jika mendengar seseorang mengucapkan beberapa penggalan kata 'Aku mempercayaimu.' atau 'Aku percaya padamu.' Ya Allah, aku takut mendengarnya. Aku takut penggalan kata itu dapat menjadi belati yang suatu saat ku tancapkan tepat di dadanya atau di punggungnya. Ya Allah, Aku takut aku akan melukai hati mereka. Membuat mereka tak melihatku, menutup rapat telinga mereka dan meninggalkan aku di belakang. Ya Allah, aku tidak mau menjadi salah satu orang-orang yang menyesal telah menyia-nyiakan kepercayaan seseorang. Aku juga tidak mau menjadi orang yang merugi atas karena memalingkan pengheliatanku, menutup telingaku dan mendengkikan hatiku. Aku tidak mau suatu saat nanti, seseorang akan mengucapkan kalimat yang sama kepadaku "Suatu saat, kalian akan mengerti dengan alasan dan kalimat-kalimat yang aku buat. Suatu saat, ketika kalian telah mempercayaiku, aku sudah tidak dapat memberikan kepercayaanku lagi kepada kalian."

Ya Allah, beberapa bulan belakangan ini Engkau memberiku sedikit badai di hidupku. Mungkin karena aku telah merasakan hangat mentari cukup lama di beberapa bulan jauh sebelumnya. Ya Allah, Engkau memang tidak menghilangkan apa yang telah menjadi dan apa yang telah aku angankan, secara langsung. Hanya saja, itu benar-benar terasa di sini. Mereka yang sudah ku miliki dan ku angankan, masih terlihat di mataku, tapi aku sudah tak mampu berjalan di samping mereka.

Ya Allah, jangan biarkan aku mendaki gunung itu sendirian. Jangan biarkan aku mengarungi lautan sendirian. Aku tahu aku terdidik untuk menjadi jiwa yang mandiri, namun aku akui, belakangan aku merasa telah mengarungi jalanan di belakangku, sendirian. Ya, terkadang aku masih menengok kebelakang, adakah sesuatu yang terlewat oleh ku? Ya Allah, di malam awal tahun ini, aku mengetik beberapa kalimat tak banyak arti untukMu. Malam ini, aku telah melantunkan ayat-ayat Surah Yasin dan Doa awal tahun dan juga doa, harap dan anganku. Ya Allah, maafkan dosa-dosaku, sepertinya aku telah menjadi salah satu orang yang merugi. Maafkan aku atas perbuatanku, di sengaja, maupun tidak. Ya Allah, maafkan atas kedengkian yang sedikit bersarang di hatiku. Maafkan Aku Ya Allah. Aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi, bantu aku Ya Allah.  Kabulkanlah doaku Ya Allah, Rabbana attina fidun'ya hasanah, wafil'a hiroti hasanah, wafil'a azabannar. O:)

Sabtu, 19 November 2011

Rasa Kehilangan

Aku kembali dengan catatan perjalananku dari Belanda. Kala itu aku tengah duduk di balkon rumahku di lantai dua. Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Rintik-rintik halus hujan masih sedikit terlihat, namun tak mengurangi keindahan matahari sore yang terlihat jelas di ujung lautan luas di ujung pengheliatanku. Ku hirup aroma cokelat panas dan kunikmati suasana sore itu. Terlihat mulai ramai jalanan di depan rumahku. Orang-orang lalu lalang, anak-anak berkejaran, penjual koran, hingga pemuda pemudi yang mengisi sore harinya dengan bersepedah. Sampai aku  teringat harus mengirimkan surat ke kantor pos yang berjarak 500 meter dari kediamanku. Segera aku bergegas dan tak lupa membawa surat yang harus ku kirimkan kepada ayahku di kantornya, di Inggris.

Aku menelusuri jalan Venlo itu dan telah sampailah aku di kantor pos, sekarang. Sedikit perbincangan dengan Bapak Beward dan aku pun mengirim surat itu. Surat itu akan sampai sekitar 3 hari dari sekarang. Mengingat di rumah sedang tidak ada makanan, aku beranjak untuk ke Mcdonald sekedar membeli makanan untukku dan Bibi Geya, ah mungkin satu lagi untuk kakakku tersayang. Di sini aku memang hanya tinggal bersama Bibi Geya dan kakakku, Kyle. Ia seorang mahasiswa universitas Amsterdam. Perawakannya yang mudah bergaul dan good looking membuatnya pergi pagi -sekitar jam 9- dan baru berada di rumah jam 7 malam, tepat saat makan malam.

Kini aku dapat melihat logo Mcdonald dari tempatku berpijak. Tak lama kemudian ku rasakan tetesan air yang tidak bisa di bilang halus menjatuhi rambut kemudian menuju kulit kepala ku. Akhir-akhir ini Amsterdam memang sering turun hujan. Tak heran kalau aku menyimpan payung lipat di tasku. Ku buka payung itu kemudian ku payungi diriku, melindungi kulit kepalaku yang sensitive terhadap zat-zat asing. Aku tidak mau menggaruk kulit kepalaku di muka umum, tentunya. Kini aku tengah mengantri untuk memesan 3 Paket panas spesial untukku dan Bibi. Ku kerjapkan mataku dan terlihat seorang anak perempuan berkisar umur 10 tahun tengah kehujanan dan di maki-maki oleh seorang penjaga toko. Sepertinya ia mengusir gadis kecil itu karena ia meneduh di depan tokonya. Sungguh kasihan sekali. Tak lama tangan besar sang pemilik toko ramen itu menampar pipi anak itu. Aku tersentak begitu pula orang-orang yang melihat kejadian itu. Aku keluar dari antrian dan akhirnya menghapiri gadis kecil itu. ku rangkul ia dan ku bawa duduk di Mcdonald bagian luar. Aku tidak mau ia kena marah lagi atau kedinginan karena temperatur pendingin di dalam sana. Aku memesan sebuah sup dan teh hangat untuk gadis itu. Ku lihat ia sedikit takut untuk menyentuh makanannya. Tapi setelah aku ajak berbicara ia akhirnya menyicipi makanannya.

Aku mencoba ramah padanya. Ku tanya tentang keadaannya. Ia tidak terlalu banyak berbicara dan bukan tergolong ceria di usianya. Ku antar ia pulang yang ternyata rumahnya berada di pemukiman kumuh di kota ini. Ia mempersilahkan aku masuk dan duduk. Ku lihat di dalam rumah yang aku ketahui bernama mia ini, hanya ada 2 tempat tidur, 1 kamar mandi dan 1 meja yang cukup untuk 4 orang. di atasnya ada 4 piring, 4 gelas dan 4 sendok. Aku berpikir ia 4 bersaudara. Karena ia bilang ke dua orang tuanya sudah tidak ada sejak 2 tahun lalu. Ia anak terakhir dan yang paling sering ada di rumah. Ia bekerja sebagai penjual koran di pagi hari.

Kemudian tanpa aku duga ia mengajakku berbicara. Ia bertanya apa rasanya tinggal di pusat kota. Ia bilang 'pasti menyenangkan tinggal di pusat kota, dengan rumah dan fasilitas yang memadai. Tidak perlu ada yang kau takutkan.' Aku yang mendengarnya hanya tersenyum. Itu fakta, memang sangat menyenangkan aku tidak harus tinggal di wilayah pinggiran kota dan kau bisa menemui banyak ketakutan di sini. Bahkan kakakku bisa menceramahiku 1 jam jika ia tau aku memijakkan kakiku di wilayah pinggiran kota. Ia terkadang lebih protektif di bandingkan ayah. "Hei Mia, kau 4 bersaudara ya?" Tanyaku padanya. "iya kak. Aku empat bersaudara." Ia terlihat Sedih ketika menjawab pertanyaanku. 'Apakah pertanyaanku salah? Apa Kakak-kakaknya juga telah tiada?' pikirku. Tiba-tiba ia bertanya apa aku mempunyai seorang kakak atau tidak. Akupun menceritakan tentang kakaku yang super protektif itu. Ia tersenyum pahit dan mengatakan bahwa pasti hidupku sangat sempurna. Aku mengatakan padanya, ia boleh saja bercerita apa saja kepadaku.

Tak terasa sudah 1 jam aku berada di rumahnya. Aku terhenyak sekaligus tertegun pada gadis kecil ini. Ia memang baru 10 tahun. Tetapi jiwanya bagaikan sudah 25 tahun. Ia dewasa, pemikirannya jernih dan tulus, polos. Ia mempunyai 2 orang kakak laki-laki. Namanya Jason dan Mark. dan seorang kakak perempuan Daisy namanya. Mereka hampir tidak pernah berada di rumah. Mereka bahkan seperti tidak mengingat mempunyai adik di sini. Tetapi Mia tidak pernah benci kepada mereka, bahkan ia merindukan mereka kerap kali mereka pulang. Mia selalu menerima mereka ketika mereka kembali ke rumah dengan keadaan apapun. Seperti waktu Daisy sakit parah, di saat yang bersamaan Jason lebih memilih berkelana dengan teman-temannya dan di saat itu pula Mark pergi entah kemana. Mia yang mengurusnya  hingga sembuh. Aku menawarkan Mia untuk tinggal di rumahku. Namun ia menolak, ia bilang 'bagaimana kalau kakak-kakaknya pulang dan membutuhkannya?' Satu yang pasti. Mia sangat menyayangi kakak-kakaknya.

Aku mencoba membuat pengertian kepada Mia. Bayangkan 4 butir telur penyu terkubur di pasir. Mereka berkembang bersama dan akhirnya mereka menetas pada saat yang sama. Mereka berjuang menelusuri pantai menuju lautan. Namun, apakah mereka menuju pada tempat yang sama? Aku baru saja kehilangan banyak hal. Bukan berarti aku tinggal di tengah kota dengan keluarga yang hangat, aku dalam hati yang tentram dan damai. Aku baru saja kehilangan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku. Gerlingan semangat di mataku kian memudar. Satu persatu dari mereka mulai semakin jauh dari ku. Sedih kerap kali aku memandang cermin dan kudapati diriku tersenyum. Pasti kamu heran kenapa aku malah merasa sedih? Karena aku melihat sesuatu yang berbeda di mataku. Tak ada gerlingan semangat di mataku. Jujur aku merasa bagaikan batang kayu yang telah di tebang. Tak ada lagi daun yang mau ku topang. Aku kehilangan sedikit demi sedikit rangkaian mereka. Mereka adalah gerlingan-gerlingan semangatku. Mereka yang membuat aku semangat. Mereka bukan sekedar status bagiku. Mereka  bukan sekedar angin yang lewat yang aku butuhkan. Selama ini aku susah payah berusaha menyusun kepingan-kepingan semangat dari mereka. Semakin banyak, gerlingan semangat itu semakin bersahaja. Hingga aku tidak tahu apa yang merasuki jiwa kami. Masalah itu datang, kami berupaya sebisa kami membuat semangat-semangat yang telah kami susun tetap terpancar. Namun makin kemari, aku merasa kehilangan mereka. Aku seperti merasa berjuang sendiri. Aku akui mereka begitu karena mereka mengejar kebahagiaan mereka. Tapi, apakah mereka perlu berubah? Aku telah kehilangan banyak hal akhir-akhir ini, mi. Dan aku tidak bisa dan takkan pernah bisa harus kehilangan semangat-semangatku. Mereka itu adalah sahabatku, mi. Mungkin juga cintaku. Rasanya seperti mati rasa ketika kau hanya bisa tersenyum pahit dan tak ada lagi air mata yang keluar padahal kau merasa sakit. memang tidak berdarah mi, tapi sakit kan? Semoga kita sama-sama di beri kekuatan ya Mia.

Kami kemudian saling memeluk satu-sama lain. Tak tau bertujuan untuk apa. Tapi aku merasa ia membutuhkannya. Ku selipkan beberapa lembar uang dan ku berikan makanan yang tadi sempat ku belikan untuknya. Kini aku tengah jalan menuju rumahku. Rintikkan hujan masih terasa, ku tutup payungku dan kubiarkan air hujan kali itu membasahi kulit kepalaku. Semoga, semangatku tidak pergi terlalu jauh, hingga aku mampu menyusulnya. Waktu telah menunjukkan pukul 6:30 pm. Bibi pasti khawatir dan sudah menelpon kakak. Malam ini pasti aku kena semprot kakak lagi, senyumku.

by Amigo E.D (∫ ˇ3ˇ)

Jumat, 18 November 2011

Lyric Never Should Have Let You Go

I'm coming home to an empty room
my head is spinning on a Sunday afternoon
there was a time when I had it all
I can still remember but I'm barely hanging on

so tell me what to do to make you change you're mind
I wish that I could find a way to turn back time
cause life's just not the same since you've been gone.

I never should have let you go
cause I'm falling to pieces
I just wanna let you know
that I can't keep pretending
I never should have let you go
you're so far away
and I just can't live without you
I just can't breathe without you
I never should have let you go.

What's on you're mind and tell me what do you see
and tell me who you think of when you just can't fall asleep
and all the things I took for granted moments gone forever wasted
all the stupid things I did I'd take them back

so tell me what to do to make you change you're mind
I wish that I could find a way to turn back time
cause I'm just not the same since you've been gone.

I never should have let you go
cause I'm falling to pieces
and I just wanna let you know
that I can't keep pretending
I never should have let you go
you're so far away
and I just can't live without you
I just can't breathe without you
I never should have let you go.

And now every single day that I spend without you
getting through the night is the hardest thing to do
since you walked away
I guess you'll never know what its like to miss you
I try to get a grip put my life back into place its not the same.

I'm coming home to an empty room
my head is spinning on a Sunday afternoon.

Cause I'm falling to pieces I just wanna let you know
that I can't keep pretending
I never should have let you go
you're so far away and I just can't live without you
I just can't breathe without you
I never should have let you go.
I'm never gonna let you go.
I never should have let you go.
I'm never gonna let you go.
I never should have let you go.

Selasa, 15 November 2011

Beastly

Hai readers!!! Kali ini aku gak ngepost sesuatu yang berbau GALAU nih. Aku mau ngepost tentang salah satu film amerika yang baru-baru ini aja muncul dengan genre drama. Memang sih dramanya gak sengena film Twilight Saga, yang emang faktanya ngena banget adegan dramanya. Tapi aku ngasih dua jempol untuk film yang agak mirip dongeng Beauty and The Beast yang menampilkan seorang laki-laki tampan yang berwujud agak menakutkan karena kutukan. Ya, walaupun mirip, tapi buang jauh-jauh pikiran kalian kalau kalian membayangkan film ini sekuno atau mirip sekali dengan dongeng tersebut.

Judul film yang akan aku bicarakan ini adalah Beastly. Dibintangi aktor muda yang jujur aku akui ganteng banget yaitu Alexander Pettyfer atau biasa di singkat Alex Pettyfer yang berperan sebagai Kyle. Rambutnya ikal berwarna blonde pucat berpadu dengan warna hitam yang menambah nilai plusnya. Dan lawan bermainnya yang menurutku cukup manis, bernama Vanessa hudgens sebagai Lindy. Kepalanya di tumbuhi rambut ikal panjang berwarna gelap. Aku suka dengan kepribadian dan perawakan Lindy yang ceria, hangat, ramah, mudah bergaul, memiliki perasaan yang tulus dan sangat baik hati (menurutku). Ia memiliki paras yang tidak cantik, namun manis. tetapi ada sesuatu yang lain ketika ia tersenyum, aku suka.

Di awali dengan Kyle adalah anak dari penyiar salah satu stasiun TV yang sangat terkenal yang bersekolah di Buckston. Ia berperan sebagai Bad boy di film tersebut. berperawakan tampan, mapan, terkenal, pintar, dsb. Ia benar-benar terlihat perfect diluar. Hanya saja sayangnya, dikarenakan kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, sikapnya menjadi buruk, angkuh dan menjadi sekemauan dia saja. Ketika dalam pemilihan menjadi ketua komite tentang go green di sekolahnya, ia harus berhadapan dengan Kendra seorang penyihir yang sangat stylish. ah, tentu saja ia menyembunyikan statusnya sebagai penyihir. Sikap Kyle yang seenaknya telah menyakiti perasaan Kendra sehingga Kendra memberi Kyle sebuah kutukan untuk mendapatkan 3 kata "I LOVE YOU" dengan kondisi buruk rupa. Ya, Kendra telah mengutuk Kyle yang tadinya tampan rupawan menjadi buruk rupa(tidak seburuk  di cerita asli Beauty and The Beast). Kendara memberikan waktu 1 tahun, jika Kyle tidak bisa mendapatkannya, ia akan seperti itu selamanya (buruk rupa).

Sungguh tragis, memiliki ayah yang sama sekali tidak peduli dengannya. Di asingkan karena ayahnya takut publik mengetahui keadaan putra satu-satunya. Cintanya pergi dengan sahabatnya, sungguh begitu MIRIS. Hanya ada seorang pembantu rumah tangga asal afrika yang menemaninya dan seorang guru yang buta agar ia tidak dapat melihat keadaan Kyle. Dan pada akhirnya Kyle jatuh hati pada Lindy, ia mulai mencoba mendekati Lindy dengan memperhatikannya setiap malam hari. Suatu malam, ayah Lindy berurusan dengan rentenir dan ribut di atap rumah mereka. Lindy yang berusaha melerai jatuh karena terdorong ketika Kyle mencoba mengalahkan penjahat itu. Kyle yang menyadari itu langsung membawa Lindy ke dalam rumahnya (rumah Lindy). Dan karena kecerdikannya, Kyle menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Lindy, karena ayah Lindy tanpa sengaja membunuh salah satu rentenir itu. Demi menjaga keselamatan anaknya, sang ayah mengijinkan Kyle membawa anaknya. Dan di rumah Kyle lah semua berkembang. Sampai mereka dekat dan ayah Lindy masuk rumah sakit. Kylepun mengijinkan Lindy pergi dan memberikan sebuah surat berisi pengakuannya. Lindy mencoba menghubunginya, namun tidak pernah Kyle mengangkat/menghubungi balik. Karena 1 kalimat "Kamu adalah TEMAN yang baik" sudah cukup menghancurkan harapannya dan tak berani berhubungan dengan Lindy lagi. Waktunya semakin tipis untuk menghentikan kutukan itu. Hingga sang guru pun berkata "Mengapa kamu tidak menghubunginya? Terakhir yang aku dengar ia mengatakan kalau ia SAKIT, yang berarti 'telfon aku sekarang, bodoh!' hem Kyle?"
Akhirnya Kyle memberanikan diri mencari Lindsy dan minta maaf dan ia lakukan itu karena ia takut. Takut akan Lindsy tak mencintainya juga. Tapi ternyata, Lindsy memiliki perasaan yang sama dengan Kyle. Bunga terakhir di kutukan Kyle pun mekar. Lindsy mengucapkan 'I LOVE YOU' dan pergi untuk acara sekolahnya. Kyle hampir tidak peduli bagaimana kutukan itu. Ia akhirnya mendapatkan kata-kata itu. Namun pada akhirnya Kyle kembali semula dan seperti janji Kendra, ia akan memberikan sebuah kebahagiaan. -Happy Ending- ❤ \ξ(˘ω˘)ξ/

Rabu, 09 November 2011

Cry

Do you ever feel have nobody? although you have. But Everything make you feel like that. Just for know, i've tired for my way life. i was crying for many times of late. i feel i have nobody. like nobody arounded you. no one listen to you, care of you, looking for you, understand you, etc.
Wednesday, 09-11-2011. Today i was crying once more, inside. My best friends, my love, my family, everyone, they are make me go down and more down everyday. i'm tired for saylisten 'Whats happening? Are you okay? Oh god, you can tell me everything that you want to able to tell me' 
Look back! i'm standing by my self, no one understand, listen to me oh my god they are so far from word CARE. it was started by my love, he always being the first reason why my mood down fastly. After that, i just dont know why i feel my best friends gone. i miss them badly! :"(
The last was my family, i dont know why problems often coming of late. I'M FUCKING BROKEN!!! i dont know where i must to be. I cant tell them what i was feel. Just can lock my mouth, be quiet, and cry inside.

Why am i love the so damnly? why am i still care of them although the dont? why did i still listen to them?
I know they dont. do they need to doing that? for what? Hei THERE, i miss you so badly. :"(