Jumat, 30 Desember 2011

Semu

Bagaimanapun, tidak ada manusia yang terus menerus hidup dalam gelungan kepura-puraan. Dan aku tau bahwa aku sama dengan jiwa setiap insang yang kian lama terlihat merayap di bumi ini.15 tahun bukan waktu yang sebentar dalam perjalanan hidup, sudah cukup lama, bagiku. Dan sudah banyak kebahagiaan yang aku temui dan miliki. Ada yang sudah saatnya berhenti, ada yang masih berlanjut dan bahkan ada yang tetap tinggal walau kebahagiaan itu tidak punya alasan lagi. Allah mengujiku di awal tahun 2011 yang dalam hitungan jam akan berganti dengan 2012. Tepat di hari ulang tahunku yang ke 15, Ia mengenalkanku pada seseorang yang aku gagal melewati ujianNya. Ujian yang cukup singkat mengingat hanya 4 bulan aku di berikan kesempatan untuk merasakan bahagia di awal tahun. Sampai aku merasa bahwa itu hanya kebahagiaan semu yang aku yakin itu hanya sebentar. Dan di sinilah aku gagal dalam ujianku. Aku merasa di uji untuk merasa bersyukur atas apa yang ia sempat titipkan padaku. Namun, rasa ingin lebih yang terkubur jauh di dalah diri setiap insang memang bisa hadir kapan saja. Dan kemudian aku gagal pada ujianku yang pertama.
Dan aku duduk di tepi laut sekarang, ditemani angin laut yang menusuk punggung hingga masuk ke tulang, bersama bintang-bintang dan bulan sabit yang memberikan cahaya terang malam ini. Aku tau, rasa ingin lebih itu bukanlah akhir dari kegagalanku. Namun awal mula ujianku yang kedua. Namun ternyata karma memang ada, pembaca. Allah memberikanku banyak sekali kesempatan di tahun ini, rasanya kebahagiaan benar-benar mengelilingiku sekalipun harus tertusuk depan belakang. Dan ternyata, aku mendapatkan karmaku dan mendapatkan kegagalanku yang ke dua. Aku sudah letih dan aku tau aku takkan mampu mendaki gunung kilimanjaro sendirian, namun masih ada asa di hatiku yang menguatkanku bahwa "tak ada yang bisa membantumu, kecuali dirimu sendiri," bisik hatiku.

Ditengah kegagalan dan karmaku, aku menemukan setitik kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, di karenakan orang asing. Bahkan, tadinya aku sempat tidak berniat akan berteman dengan mereka. Namun sekarang, hatiku menyebut mereka sahabat. 

For the way you change my plans...
For being the perfect distraction...
For the way you took the idea that i have,
Of everything that i wanted to have.
and made me see, there was something missing...


Entah bagaimana, aku merasa menemukan semangat baru, jalan kebahagiaan yang berbeda. Entahlah bagaimana semua sampai berjalan sangat lancar. Mereka membuatku lebih bersemangat ketika mereka di dekatku. Membuatku merubah jalan hidupku. Tapi bukan berarti persahabatan kami semulus arena balapan mobil, cukup banyak yang menggunjing kami di belakang, bahkan beberapa menunjukkannya langsung di depan kami. Aku sangat bersyukur dengan hantaman batu-batu yang tidak bisa di bilang kecil itu, malah mempererat persahabatan kami.

Beberapa bulan berlalu, aku tau Allah menguji kami. Namun sayangnya, beberapa ujianNya memang lebih berat dari yang sebelum-sebelumnya. Bahkan rasanya garis yang memisahkan kami semakin membentang dan jemari-jemari tidak lagi mampu meraih jemari lainnya. Dan aku mulai sadar, ada yang hilang dari hidupku.

For the rare and unexpected friend
At the same time, something i dont wanna lose.
My accidental happily (ever after) 
undeniably happier


Dan malam ini, aku memejamkan kelopak mataku. AKu nyaris kehilangan salah satu dari mereka. Entah bagaimana ini bisa terjadi, dan aku juga tidak tau apakah masih bisa semuanya kembali seperti dahulu? Aku tidak berniat sama sekali untuk kehilangan mereka. Karena mereka adalah kawanku yang paling berbeda dari kawanku yang lainnya. Mereka membuat kebahagiaan muncul tanpa di rencanakan. Dan aku tidak akan pernah bisa menolak kebahagiaan yang mereka berikan.
Terpikir sejenak, selemah itukah kami? Lalu, apa arti dari semua yang sudah kita lalui bersama? Dimana aku bisa menemukan kawan seperti kalian? -Littlefoot, on The land Before Time-

Minggu, 25 Desember 2011

Alasan

Mulai kucoret tinta hitam yang keluar menelusup pintu kecilnya. Tak sadar bahwa tinta itu telah mengukirkan nama seseorang yang cukup lama hadir dalam hidupku.
Sekarang aku tau dari mata kata-kata indah tersuratkan miring dengan arti yang rumit, yang terucap olehku.
Sekarang aku tau dari mana kedewasaan sebuah kalimat sederhana menjadi begitu terlihat.
Sekarang aku tau bagaimana seorang petani menjadi astronaut dalam waktu singkat.
Sekarang aku tau alasan orang tuli dan buta bisa merasakan indahnya dunia.
Sekarang aku tau alasan mengapa setiap kata-kata yang ku keluarkan belakangan ini berarti hambar dan cukup tersirat.
Sekarang aku tau alasan mengapa menelan waktu menjadi sepahit ini.
Sekarang aku tau, kasih sayanglah alasannya. O:)

Rabu, 21 Desember 2011

Every Songs That You Shared

what the time, what were the reason, where did we meet firstly, what did topic that we talk about, what ever, it's not really important. More important things that what we had had shared to each other. Yes, that called caring. I wanna publishing what songs we had had shared. I still remember you introduced your favorite band. And the first song that you told me was 'Welcome To My Life' which exactly with our condition. Yeah, you told me that song when firstly we were closer than before. The second song that you told me were 3 japanese songs which tittled 'Sheishun Kyousokyoku, Hero's come back and Back On' The third song that you told me was 'Jet Lag' and i love that song so much because of the reff. The Third song was 'Can't Keep My Hands Off you'. I still remember it was the first time you told a song expressively and like you said that song including Simple Plan's album which tittled "GET YOUR HEART ON!" The fourth song was 'Loser Of The Year'. You were so like that song until you said 'this song must be in my playlist :D' . The Fifth were 'Astronaut and Anywhere Else But Here' . The sixth song was 'I Love The Way You Lie' which in the first time, i had no responded to that song, but the third i listen to the song, i love it. The seventh song were 'Stereo Love and Yellow' and it's just my opinion, Stereo Love was the same thing with the condition. The Eighth song was 'We Found Love' which i asked to you "This is your way live?"  and you said "No" because the fact the song told us how is falling love in the first sight. 

Yeah now the ninth song was 'Iridescent' which told us about how depression someone. And i thought he was in the same situation with that song.  The tenth song was 'Strip Me' which whatever i thought that song was same with our condition, remembered we had fighted before. :p
The eleventh song was Japanese song tittled 'Merry Go Round' and firstly i dont think will be like that song, but then i read the meaning, i love the song. The twelfth song was Japanesse song tittled 'Sobakazu'. The thirteenth song was the most sadness tittled 'Never Should Have Let You Go' Dunno how he knew that song was same in my condition or yeah whatever like that. And The fourteenth song was 'It's Gonna be Me'. And the day before yesterday, you told me song which tittled 'Love Drunk'. 

And i think i was forget some songs that you'd told. But every song which you told to me will be always meaningfull. Although you never want to listen songs which i told to you. :p

Lagi

Tadi malam, untuk kedua kalinya aku bermimpi bertemu dengan ibunya. Kali ini wajahnya sangat jelas dan aku masih bisa mengingatnya. Dan kali ini, ada ayahnya juga adiknya. Kali ini juga ia ikut serta, tidak seperti sebelumnya, ia menyuruhku mengantarkan kue ke rumahnya. Yang benar saja? Aku memang lupa kenapa aku memasuki rumahnya (dalam mimpi), namun yang aku ingat aku berbincang cukup banyak dengan keluarganya dan aku sangat gugup karenanya. Aku masih ingat ia sempat cemberut ketika ayahnya menunjukkan kamarnya. Ada beberapa mainan kesayangannya yang ia taruh di meja belajarnya di rak paling atas (ingat, ini hanya mimpi). Hei, ini keberapa kali ia hadir dalam mimpiku? Jangan salah, mungkin kalian berfikir bahwa aku akan bermimpi indah beserta ia di dalamnya. Sayangnya tidak. Setiap kali ia hadir di mimpiku, ia cemberut dan terkesan jutek padaku. Aku juga tidak tau salahku apa. Allah yang memberiku mimpi seperti itu (∫ˉ3ˉ). Sama seperti biasanya, tentu saja ia jutek kepadaku di dalam mimpi tentunya. Tapi ada yang aneh di akhir mimpiku tadi malam, ia hendak mengejar sesuatu dan sempat berdebat denganku karena sebuah barang. Aku lupa, tapi sepertinya itu sebuah boneka?

Aku dan Penyakitku

Di tengah hujan deras pagi ini, aku duduk manis di bale-bale di halaman rumahku. Rambut kuning pucat terpadu hitam panjangku, kubiarkan tergerai menikmati hembusan desiran angin yang di bawa oleh sang hujan. "Aku butuh teman berbicara." Ucapku pelan kepada sang hujan.


Dear, siapapun kamu yang membaca tulisanku ini.

Aku seorang remaja berumur 16 tahun dengan kulit putih porselen dan iris mata biru lautku di padu dengan rambut kuning pucat yang juga terpadu warna hitam. Aku merasa hidup sebatang kara, hidup sendiri dalam keheninganku. Bergelut dengan pikiran dan segala pemikiran-pemikiran yang seharusnya tidak aku pikirkan. Aku bukan anak remaja seperti kebanyakan. Aku lebih suka menyendiri bergelut dengan segala alat yang bisa aku gunakan untuk menulis. Aku sangat suka menulis, membaca, berkhayal dan mendengarkan musik. Waktu umurku 7 tahun, aku ingat betul bercita-cita menjadi seorang dokter anak. Ya, tentu saja aku masih menncita-citakannya. Namun belakangan ini aku tertarik dalam bidang psikologis, politik dan sastra. Namun orangtuaku tidak pernah melihat ke dalam diriku bahwa aku mencita-citakan hal itu.

Sepintas aku sehat wal'afiat dimata semua orang. Keluargaku, sahabatku, dan teman-temanku. Tapi semakin lama aku merasa ada yang salah dengan kejiwaanku. Tidak, aku bukannya gila. Karena aku yakin, orang gila tidak cukup waras untuk menyadari dirinya mengalami kegilaan. Kerap kali aku sendiri, dan kerap kali aku mendapat hentakan kasar dalam diriku, aku tau ada yang salah. Psikologisku ada yang tidak beres. Tekanan demi tekanan sudah ku dapat sejak aku duduk di bangku Sekolah Dasar. Seperti kataku tadi, aku bukan anak yang suka ikut berhambur bersama anak-anak lainnya. Aku lebih suka berteman dengan orang yang unik dan mampu membuatku nyaman. Mereka membenciku, mencaciku dan menyingkirkanku ke kalangan anak-anak yang di kucilkan. Tekanan batin bukan lagi hal aneh bagiku. Kudapatkan mulai dari orangtuaku, sahabatku dan ketika aku mulai mengenal cinta. Aku sadar aku sakit. Sakit batin dan jiwa. Kepalaku beberapa kali kudapati seperti di pukul dari dua arah dengan batu dan membuatku terhunyung dan nyaris membuatku merintih. Aku rasa itu kurang darah. Aku juga merasa bahwa aku punya masalah perut yang benar-benar membuatu kerepotan dan khawatir. Tetapi yang paling menyedihkanku adalah, ketika aku mendapati maag ku kambuh, dan gas asam lambungku meningkat sehingga membuatku berlaku layaknya seperti orang mau muntah atau biasa di sebut 'mual' ternyata mampu membuat salah satu temanku menilai minus diriku. Apa salah? Padahal aku sangat menyayanginya. Aku menerima setiap kekurangannya. Dan tidak pernah mengeluh atas sikapnya yang sering kali membuat tidurku tidak tenang.

Aku dilarang jatuh cinta dan dilarang bersahabat. Menurut orang tua asuhku, itu hanya membawa petaka. Menyusahkan aku dan tak ada gunanya. Tapi takdir bekata lain. Aku memiliki banyak sahabat dan itulah alasanku bersemangat ke sekolah atau kursus ke berbagai tempat. Ternyata Allah memberikanku anugerah lain, Ia mengenalkanku pada cinta. Aku tidak tau kapan cinta pertamaku datang, namun yang aku tau, cinta lebih dari sekedar mengaguminya dari jarak jauh dan berlaku layaknya stalkers tak di kenal dalam hidupnya. Tak pernah terpikir olehku bahwa aku akan jatuh cinta dengan sahabatku sendiri. Ya, ini pertama kali aku jatuh cinta pada seorang sahabatku dan pertama kalinya aku memiliki sahabat laki-laki. Allah membuat segala sesuatu bermula sangat amat sempurna. Sampai aku mengira bahwa kami akan baik baik saja, tapi ternyata kita benar-benar tidak tau kapan keseimbangan itu akan runtuh. Allah membuat jalan cintaku begitu rumit sampai akhirnya sekarang aku merasa ada pagar listrik yang telah menghalangi aku dan dia. Aku tau cerita kami mungkin sudah usai. Tapi ceritaku belum berhenti tentang dia. Ia tidak mengatakan aku harus berhenti mencintainya. Dan aku berharap bahwa semangatku yang telah redup bisa sedikit demi sedikit terbangun dan kembali pada bulan desember 2010, ya seperti lagunya Taylor Swift yang berjudul Back To December. Ah, mungkin lebih baik langsung balik ke April saja.

Aku ingin terbaring di bawah langit di pangkuan ibuku. Aku ingin ia membelai rambutku dan menjagaku sampai aku terlelap. Namun itu hanya angan yang takkan pernah tergapai. Kedua orang tua asuhku di besarkan dengan keadaan yang keras. Ya, jadi begitulah pula ia mendidikku. Sejak kecil aku sudah mendapatkan perlakuan menyakitkan yang terkadang membuat kulit putihku biru-biru akan perlakuannya. Sekali, aku pernah di usir hanya karena emosinya meledak karena masalah spele masalah pembantu rumahku. Bagaimanapun, aku tetap anak perempuan kan? Tapi sayangnya, aku terlahir dengan sifat layaknya anak perempuan dan benar-benar bertolak belakang dengan kekerasan dan membuatku makin tersiksa di dalam sini. Aku jadi merasa mirip dengan cerita pendek sahabatku yang berjudul 'Burung di Sangkar Emas'.

Aku tau banyak temanku yang mengira hidupku nyaris sempurna. Bahkan dengan bodoh atau polosnya mereka mengatakan ingin bertukar hidup denganku. Mungkin inilah yang harus aku Syukuri, ternyata (mungkin) hidup mereka tidak seindah milikku. Lagi pula, ketika semua orang pergi dan meninggalkan aku sendiri, aku bisa duduk bersama kelinci-kelinciku dan menangis sepuasnya. Kira-kira, kemana perginya ya sahabat-sahabatku yang pergi meninggalkanku itu? Padahal aku membutuhkan mereka. Padahal, ketika ingin mengutarakan segala hal, aku selalu siap mendengarkan. Mungkin benar bisikkan batinku, bahwa aku terlalu banyak peduli pada orang lain dan malah mengabaikan diriku sendiri.

Terima kasih banyak telah menemukan tulisanku ini. Dan terimakasih sudah repot-repot mau membacanya. Ah ya, perkenalkan, namaku Arayula. Semoga hidupmu lebih menyenangkan dari sebelumnya! Doakan aku juga ya! Terimakasih, strangers! :'D



                                                                                                                               ✎  Arayula

Selasa, 20 Desember 2011

Beloved Class Ten Point Five


 

Sungguh, rindu sekali sama kelas dan seisinya tahun ajaran 2010/2011. Ten Point Five, benar-benar kelas yang paling aku suka dari ke 10 kelas lainnya (TK-kelas 9). Dan ada somethingnya nih di tengah video *eh ♥ :'p :')

Senin, 19 Desember 2011

Hujan

Hujan adalah salah satu anugrah Allah yang mampu menenangkan jiwa dikala gusar, kalut, sulit. Namun hujan juga mampu membuat jendela hati menghasilkan cairan bening yang keluar perlahan yang sering kita sebut air mata. Hujan adalah salah satu suasana yang aku suka, dulunya. Tapi aku kehilangan rasa itu dan menjadi no respons dengan hujan. Hujan mampu membuatku terdiam, dan membuat program di otakku bekerja memutar waktu dimana aku bahagia dan sedih. Entah kapan aku telah menitikkan air mata di ujung kelopak mataku. Hari ini, aku menangis lagi di tengah hujan. mengendarai motor dan memutar memori. Siluet-siluet lalu terputar hebat di benakku, harapan-harapan yang sirna, tawa canda yang terhapus perlahan, kepura-puraan, masalah hingga psikologis. Hujan mampu membuatku terdiam. Dan saat itu aku berdiri di sebuah rumah kecil di pinggir sungai. Meneduh, menunggu sang awan merasa cukup menumpahkan rezekinya. Foto berukuran 3x4 berada di tanah, persis di tempat jatuhnya air dari genting rumah itu. Perlahan namun pasti, hujan itu menghapus ukiran yang terdapat di atasnya.

Begitu pula yang aku pahami, 'hujan' mampu menghapus kebahagiaan dan kepedihan. Dikala kita hancur, 'hujan' mampu membuat kita lebih tenang dan seusainya, mampu membuat kita berpikir lebih jernih. 'Hujan' mampu membuat kepedihan terhapus dan menjadikan kita kembali putih. Ya, walau takkan ada luka tanpa meninggalkan bekas. Namun jangan lupakan bahwa 'hujan' pula lah yang mampu menghapus harapan, kebahagiaan, kebersamaan yang sudah terbentuk. Pembaca, mengertikah kamu 'hujan' yang aku maksudkan?

Getaran

Aku tidak tau bahwa hal kecil yang aku atau ia lakukan benar-benar mampu membuatku bergetar hebat. Aku tidak tau bahwa beberapa patah kata yang kami lontarkan mampu membuat hatiku hangat. Aku lupa. Ya, aku lupa perasaan hangat itu. Dan aku bersyukur dapat mengingatnya lagi hari ini. Terlalu banyak yang aku pikirkan sehingga aku lupa bagian terpenting. Aku tau aku tersesat dalam jalanku sendiri. Aku tau aku bodoh untuk tetap berada dalam jalan bodohku sendiri. Tapi aku rasa akan lebih bodoh lagi jika aku membohongi perasaanku sendiri. Biarkan saja semua berjalan sesuai takdirnya. Aku tau segala jalan yang di berikan Allah, selalu menjadi jalan yang paling benar & baik. Lagi pula, ini pengalaman pertamaku, memiliki perasaan seperti ini pada seorang sahabatku sendiri. Memang benar kata pepatah, tidak mungkin tidak ada apa-apa antara perempuan dan laki-laki yang bersahabat. 'i just have one heart and it have filled only by you.' -Mine and Sarah Shafira Quote-

Jumat, 16 Desember 2011

Abstrak


Aku, akulah pencipta ukiran tak bertujuan itu, sampai terbentuk gambar dan ukiran nama SARS dan kuberi hiasan cantik di sana sini. Sekedar meramaikan suasana dan menambah nilai plus dalam penilaian keindahan, tentunya. Tak terlalu indah di mataku. Berarti, namun tak membuat hatiku bergetar ketika au menyelesaikan gambari itu dan meletakkan pensil isi biruku di atas meja.
Sampai aku memasangnya sebagai background laptop kesayanganku. Masih belum membuatku bergetar dan sadar akan makna sebenarnya.

Sampai suatu ketika Sarah Shafira melihat background itu dan menjadikan kami terlibat dalam sebuah dialog sederhana. "Sar, bagus gak?" Tanyaku padanya, yang memang bertujuan meminta pendapatnya.
"Bagus shin, lo yang buat kan ya?" Tanyanya. "Iya dong. hehe" Responku. "Eh Shin kok gue ngeliatnya jadi sedih ya?"  Aku tak menyangka satu kalimat yang meluncur dari mulutnya membuatku mengerti makna ukiran abstrak yang ku buat ini. Ada perasaan aneh menyerangku ketika aku melihat backgroundku kembali. Rasanya bergejolak dan segala tiap inci, setiap potongan kecil memori, bahkan yang nyaris terlupakan, bercampur aduk dan membuatku terdiam.

'Adakah kita bisa seperti dulu? Seperti kita menemukan mainan kesayangan kita. Berkumpul, tertawa, canda, senyum bahkan tingkah laku bodoh dan sedih juga tak lupa. Ketika kita membuat hal kecil menjadi hal besar, hal pendek menjadi panjang, yang terdengar membosankan menjadi memabukkan.'

Kawan-kawan, aku rindu pada kalian. Saat-saat bodoh dan keseriusan kita. Dimana di setiap pertemuan ada senyum dan semangat memancar. Walau aku tau bodoh mengakui merindukan kalian, kalian kan selalu ada di dekatku. Tetapi bukan itu yang aku maksud, aku merindukan dulu. Mungkin yang aku dan Sarah rasakan, satu persamaan yang tak terungkapkan. 

Semoga sehat-sehat dan bahagia selalu ya, Sarah Shafira, Alif Oktafian, Rizto Wisuda Senuari :D

Kamis, 15 Desember 2011

Titanic-ku

Ya Allah, terima kasih Engkau sempat biarkan aku berlabuh, melabuh, dah di labuhkan. Titanic-ku, padanya aku berlabuh, melabuh dan di labuhkan dalam lingkup kehidupan. Tak pernah ku kira bahwa Titanic-ku lah yang akan menjadi guru dan pembimbing hidupku. Semuanya berjalan baik seiring waktu. Gejolak dan getaran, mau pelan atau keras, aku lewati bersama-sama. Semuanya berjalan baik-baik saja, badai bukan penghalang untukku menaiku Titanic-ku.

Aku tak tau bahwa sekarang aku telat menaiki Titanic-ku. Sebelumnya, aku belum pernah telat walaupun aku buta. Buta, bahwa warna-warna sepia di balik cover kebahagian kian membesar di belakangku. Dan ketika aku dapat melihat pelangi itu terpancar, aku terlambat. Tapi memang seharusnya terlambat menaiki titanic-ku, untuk sekarang. Sekarang, bukan waktu yang cukup tepat untuk mengejarnya dengan speedboat, karena sangat tidak berguna. Ya, aku tau itu.

Segala tiap patah kata yang ingin ku ucapkan untuknya, untuk sekarang, adalah selamat jalan titanic-ku. Aku tau kamu akan melewati samudra nan luas itu. Dan jangan jadi sama karamnya dengan bahtera yang tenggelam itu. Aku tidak mau kamu jadi sama bodohnya dengan sang nahkoda. Aku tidak mau kamu jadi sama sombong dan egoisnya dengan penumpang-penumpang itu. Dan aku tidak mau kamu jadi sama persis dengan bahtera yang tenggelam menabrak bongkahan es dan karam di
bawah laut. Jangan biarkan bahagia membutakanmu. Dan membuatmu karam seperti bahtera itu.

 Ku harap, nanti akan ada saatnya kembali aku menaiki titanic-ku dengan segala mata yang terbuka. Tidaklah lagi buta. Tetap berjalan seiringan, menyadari lampu sepia di belakang dan tetap menjaga jarak dari hitam & putih.

                                                                                                                          
                                                                                                                  By Amigo Eigen Drizzle☺

Rabu, 14 Desember 2011

Dear, Diary.

Is that wrong to be miss someone who will not able to be standing beside us anymore? Is that wrong to be miss someone who have had a girl friend? Why did i ask that? Because i feel it now. I miss someone who ever stand here, beside me. Who ever gave his time for me, his shoulder when i was crying. Who always listen my problem, my bored story and still keep our friendship when i was yelling at him. Who is the only one being my moodbooster. The day which full of storm can be different in my live because he's around me. And the day which full of sunshine can be different when i was jealous with him because of his girls. The day which full of snow can be so warm when he whispered and explained that everything will be ok. But now, nothing will be ok. OMG, i'm in love with him. Who is magicly change my life 75% be better. And now, i know i have lost him. Allah, please take care of him. Help me to pretending world that i have not love him anymore. Help me to pretending world i have erase him from my heart. I know that he is happy now. ;)

Beloved

Happy Birthday My Beloved Kittens

13-12-11... Selamat ulang tahun yang pertama anak-anak kucingku! :*
Panjang umur, sehat selalu, jangan pernah sakit, jangan bandel dan jangan sampe ilang. Amin Ya Allah☺
Boleh ya aku perkenalkan anggota keluargaku? Ya, ohana, mereka salah satu anggota keluargaku. Mereka memang bukan manusia, namun aku, ayah, ibu dan adikku sudah menganggap kucing-kucing peliharaan kami sebagai salah satu anggota keluarga kami. Hari ini tanggal 13 Desember 2012. Tanggal yang sangat bagus sekali, 13-12-11.

Setahun yang lalu lahirlah empat ekor bayi kucing dalam keadaan sehat, dua berwarna belang 3 persis ibunya ,dua berwarna belang kuning dan putih persis ayahnya. Namun sayangnya, dua ekor yang belang kuning dan putih harus mati dikarenakan tidak sempat terselamatkan. Karena sang induk kesulitan mengeluarkannya, d=sehingga leher bayi tersebut terjepit. Akhirnya, hiduplah dua ekor anak kucing mungil belang 3 di rumahku. Yang warna dasarnya hitam (lebih banyak hitamnya), diberi nama Kimble oleh ibuku. Dan yang warna dasarnya cokelat ke kuningan, kuberi nama Chicko.
Sungguh awal tahun 2011 adalah yang terbaik, di titipkan dua anak kucing kecil yang lucu dan lincah. Awalnya aku takut memegangnya, namun rasa takutku kalah saing dengan rasa penasaranku. Kerap kali aku menentengnya dari kardus mereka dan ku ajari mereka jalan juga makan dan minum. Akhirnya dua bulan berlalu, mereka sudah tumbuh sedikit besar dan sudah mulai bermain bola, lincah sekali dan kecil sekali. rasanya ringkih dan mudah sekali terinjak. Dan hadirlah mereka sekarang, sudah cukup besar di umur mereka yang 1 tahun. Dan sekarang Kimble tengah menjalani masa kehamilannya yang ke dua. Oya, aku akan ceritakan bagaimana masa kehamilan Kimble yang pertama.

Satu kata untuk mengungkapkan kelahiran anak-anaknya Kimble, menyesal. Aku dan ayahku sungguh menyesal harus tertidur ketika Kimble lehiran, sehingga anak-anaknya terlantar dan mati tak bisa bernapas. Kimble melahirkan 4 anak, dua berwana belang 3, satu belang kuning putih, dan yang paling aku sayangkan adalah, yang belang cokelat putih. Bisakah kamu bayangkan bagaimana lucunya warna kucing yang jarang itu? Ya, sekarang kita doakan saja semoga di kelahiran anak-anak Kimble yang kedua ini, semuanya selamat dan sehat-sehat. Amin Ya Allah☺

Nah, sekarang sekalian aku perkenalkan juga ibu dan ayah Kimble dan Chicko.
TARAAA
 
Yang belang tiga itu betina, namanya Pusi. Ia biasa di panggil 'Uci' dan entah kenapa dia yang paling suka di manja sama kita-kita. Oya, dia lebih suka menyendiri di bandingkan main sama yang lain. Entah sekedar menatap pager yang ada ciceknya, lesehan di antara pot-pot besar, ya sesekali kejar-kejaran dengan Chicko yang emang paling bandel diantara kucingku yang lainnya.

Nah yang belang kuning putih namanya Chetah. Kenapa di kasih nama Chetah? karena cara dia jalan dan postur tubuhnya beneran kayak Cheetah. Dia ini jenis anggora sendirian, paling kalem, tapi kalemnya tuh diam-diam menghanyutkan. Paling strees dan angkat tangan kalo mandiin nih kucing, soalnya galaknya nauzubillahmindzalik. Tapi jangan salah, walau dia kelihatan gagah, dia punya satu kelemahan lagi selain air, yaitu petir. Kalau ada petir, atau tanda tanda mau ujan, dia buru-buru cari tempat yang menurut dia paling aman sekalipun di situ banyak semutnya. BODOH banget!
Tapi dia ini kucing paling ganteng yang pernah gue temuin loh. Seriusan deh! pertama kali dia hadir secara misterius di kandang aja gue kaget abis dan sempet ngira kucing ini orang yang di kutuk jadi kucing karena mirip sama manusia.

Sekian dulu post ku kali ini, Assalamualaikum. O:)





Minggu, 11 Desember 2011

Kelabu

Hai kawan, dikalau mentari terik menyinari, selalu ada angin berhembus menyempurnakan hari itu.
Hai kawan, dikalau awan hitam datang dan menurunkan keluh serta tangisannya, selalu ada matahari di setelahnya dan mencerahkan warnanya.

Hai kawan, bagaimana bisa seekor induk panda tega hanya mengurus satu dari beberapa anaknya dan meninggalkan yang lainnya? Bagaimana ia hidup? Kesempatan. Aku percaya bahwa kesempatan itu selalu ada dan takkan pernah hilang. Kesempatan itu di mulai dari tujuan. Karena ada tujuan, hati kita tergerak untuk bisa, sehingga terbentuklah kesempatan. Layaknya kamu menyeberangi jalan raya. Aku rasa hal terpenting yang kamu butuhkan adalah tujuan. Karena kamu memiliki tujuan, timbul rasa keberanian di hatimu kemudian kesempatanpun muncul.

Kawan, janganlah kamu berjalan di belakang ku. Karena aku tidak bisa menjadi pemandu yang baik untukmu.
Kawan, janganlah kamu berjalan di depanku, aku tidak cukup mampu mengejarmu.
Kawan, berjalanlah di sampingku, mari dan bantu aku berjalan bersama-sama dengan mu agar kita sampai di tempat yang tepat.

readers, memang banyak, bahkan berjuta-juta ikan bertebaran di lautan. Tapi aku hanya mencari Nemo-ku.

readers, ketulusan itu dapat dilihat dan dirasakan dengan intens dan mudah. Tapi menemukan ketulusan itu bukan sesuatu yang mudah. Layaknya induk dan telurnya. Sang induk tidak mau kehilangan 1 telur pun, padahal ia punya telur yang lain. Ia bahkan telah menyayangi bayi-bayi itu sebelum mereka menetas. Sekalipun di baliknya bukan sesuatu yang sempurna (seperti bebek yang buruk rupa), sang induk tetap menyayanginya. "tak perlu menjadi sempurna untuk menjadi anakku. Kau tetap dan selalu menjadi anakku."

Kawan, jika kamu memiliki teman baru, selalulah kamu cari siapa ia sebenarnya. Jangan mengelak dengan 'aku percaya padanya' karena ia pun juga sedang mencari siapa dirimu. Layaknya kamu menemukan telur di hutan. Siapa kira telur indah itu berisikan anak buaya yang suatu saat bisa melukaimu?

Kawan, sadarilah, bahwa tidak ada seseorang yang akan terus berada dan mendampingi hidup kita. Suatu saat, entah cepat atau lambat, seseorang yang kita anggap sangat penting sekalipun, bisa saja pergi entah kemana. Aku tidak pernah menyangka, aku akan kehilangan dua sosok dalam satu raga.

Kawan, hargailah setiap waktumu. Pupuk apa yang telah kamu tanam, dan sirami juga beri ia sinar matahari agar tumbuh kuat. Semua butuh proses untuk keberhasilan.

Layaknya tidak akan pernah akan ada pelangi tanpa hadirnya hujan dan badai. Tiada Sukses tanpa pernah Gagal, Tiada Bahagia tanpa pernah Sedih, Tiada Cinta Sejati tanpa pernah Patah Hati. -By Rangga Umara-




Aku tutup post baruku ini dengan senyum. Senyum sepahit kopi bubuk dan gerlingan semurni embun pagi. Aku tau aku mampu lebih dari ini. Dan ketika aku berkata 'aku akan bahagia!' maka bahagialah aku.

Sabtu, 03 Desember 2011

Penunggu

Halo bloggers! Kali ini aku mau mempublish posting horor berdasarkan pengalamanku sendiri. Ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan pengalaman mengerikan dalam hidupku. Tapi biasanya aku sebisa mungkin tidak memperdulikan mereka. Namun pada dasarnya agak sedikit penasaran, aku selalu mencari tau darimana hal-hal aneh tersebut datang.

Ini pengalaman terbaruku di sekolah. Kejadiannya belum sih belum lama. Baru kemarin siang, alias Jumat siang. Waktu menunjukkan pukul 12:30 menit. Sekolah memang sudah bubaran sejak jam 11 tadi, namun karena aku akan mengikuti les Fisika yang akan di mulai pukul 13:00, aku masih berada di sekolah bersama beberapa teman-temanku.

Saat itu aku sedang duduk di bangkuku di barisan kedua dari belakang (dapet bangku di situ-_-). AKu duduk bertiga bersama dua kawanku, Sarah dan Fani. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku belum menyelesaikan tugas agama Islam yang di haruskan membuat pertanyaan sebanyak 60 soal. Aku berniat meminjam buku Sarah yang ternyata di pinjam oleh Annisa teman sekelasku. Aku bergegas ke kelas XI Ipa 3 (les Fisika di XI Ipa 1) yang sedang di pakai liqo untuk menanyakan Annisa keberadaan bukunya Sarah. Namun betapa terkejutnya aku, ternyata bukunya sudah ia kumpulkan. Dan bodohnya aku belum sama sekali mengerjakannya. Karena kecewa, kesal, kalut, aku pergi dan menahan tangisku dengan menutup mulutku yang biasanya mengucapkan banyak omongan gak penting. Sarah dan Fani bingung melihat keadaanku, terutama raut mukaku yang benar-benar menandakan 'JANGAN DI GANGGU'. Akhirnya masih dalam kondisi kalut dan menahan tangis, aku duduk dan memperhatikan guru Fisikaku yang ternyata sudah mencatat soal nomor 2. Aku, Sarah, Fani, menulis dengan seksama. Sekelas sepi sekali. Oh ya, perlu di ingat bahwa barisan paling belakang kosong semua. Jadi, bangku di belakangku yang kebetulan hanya satu dan tepat di belakangku, tentu saja kosong. Awalnya aku merasakan gejolak tidak wajar di perutku. Ah, mudahnya, sebut saja sakit perut. Aku berniat membuka kaitan rok ku agar meredakan sakit perutku. Itu adalah kebiasaan yang selalu aku lakukan tiap sakit perut. Namun karena aku merasa ada HAWA manusia di belakangku, aku mengurungkan niatku. Aku lanjutkan menulis. Tak lama kemudian, aku mendengar suara pensil isi sedang di tekan isinya, sekiranya bunyinya seperti 'ctek'. Karena aku penasaran dan kebetulan masih sakit perut, aku ingin melihat, 'siapa sih yang duduk di belakangku ini?' Oya perlu di ingat, aku masih sebel, jadinya aku belum ngomong sama sekali. Aku tegesin lagi apa yang aku denger. Ternyata sampai jam 13:45 suara itu masih terdengar sedikit jelas tepat di belakangku. Kebetulan guruku memberikan kesempatan mencatat, aku menoleh ke belakang dan mencari sumber suara tersebut. Aku pikir itu suara atap yang bocor, karena kebetulan siang itu hujan sangat deras. Tetapi pencarianku berujung nihil, aku tidak menemukan apapun.  Akhirnya karena aku penasaran, aku mengeluarkan juga suaraku yang terpendam selama 1 jam. "Eh kalian ada yang denger sesuatu suara gak sih dari belakang kita?" Serempak mereka menjawab 'iya' dengan serius. Dan kami bertigapun jadi tegang di bawa suasana. Setelah kita banyak membicarakannya, ternyata suara itu tiba-tiba menghilang.

Akhirnya aku menyimpulkan sesuatu, bahwa kelas XI Ipa 1 ini memang ada 'sesuatu' di bagian belakangnya. Karena dulu kelas ini adalah kelasku ketika kelas X. Kebetulan waktu aku duduk di belakang dan belakangku kosong, di tengah guru Matematika menerangkan dan suasana kelas sepi, aku dan Lia, teman sebangkuku mendengar ada orang bercengkrama di belakang kami. Padahal jelas sekali belakang kami kosong tak berpenghuni.

Ya, ini ceritaku tentang kelas XI Ipa 1 atau X5 (tahun 2010/2011). Kalau kalian punya cerita/ pengalaman, aku dengan senang hati mendengarkannya :D