Rabu, 21 Desember 2011

Lagi

Tadi malam, untuk kedua kalinya aku bermimpi bertemu dengan ibunya. Kali ini wajahnya sangat jelas dan aku masih bisa mengingatnya. Dan kali ini, ada ayahnya juga adiknya. Kali ini juga ia ikut serta, tidak seperti sebelumnya, ia menyuruhku mengantarkan kue ke rumahnya. Yang benar saja? Aku memang lupa kenapa aku memasuki rumahnya (dalam mimpi), namun yang aku ingat aku berbincang cukup banyak dengan keluarganya dan aku sangat gugup karenanya. Aku masih ingat ia sempat cemberut ketika ayahnya menunjukkan kamarnya. Ada beberapa mainan kesayangannya yang ia taruh di meja belajarnya di rak paling atas (ingat, ini hanya mimpi). Hei, ini keberapa kali ia hadir dalam mimpiku? Jangan salah, mungkin kalian berfikir bahwa aku akan bermimpi indah beserta ia di dalamnya. Sayangnya tidak. Setiap kali ia hadir di mimpiku, ia cemberut dan terkesan jutek padaku. Aku juga tidak tau salahku apa. Allah yang memberiku mimpi seperti itu (∫ˉ3ˉ). Sama seperti biasanya, tentu saja ia jutek kepadaku di dalam mimpi tentunya. Tapi ada yang aneh di akhir mimpiku tadi malam, ia hendak mengejar sesuatu dan sempat berdebat denganku karena sebuah barang. Aku lupa, tapi sepertinya itu sebuah boneka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar