Hai kawan, dikalau mentari terik menyinari, selalu ada angin berhembus menyempurnakan hari itu.
Hai kawan, dikalau awan hitam datang dan menurunkan keluh serta tangisannya, selalu ada matahari di setelahnya dan mencerahkan warnanya.
Hai kawan, bagaimana bisa seekor induk panda tega hanya mengurus satu dari beberapa anaknya dan meninggalkan yang lainnya? Bagaimana ia hidup? Kesempatan. Aku percaya bahwa kesempatan itu selalu ada dan takkan pernah hilang. Kesempatan itu di mulai dari tujuan. Karena ada tujuan, hati kita tergerak untuk bisa, sehingga terbentuklah kesempatan. Layaknya kamu menyeberangi jalan raya. Aku rasa hal terpenting yang kamu butuhkan adalah tujuan. Karena kamu memiliki tujuan, timbul rasa keberanian di hatimu kemudian kesempatanpun muncul.
Kawan, janganlah kamu berjalan di belakang ku. Karena aku tidak bisa menjadi pemandu yang baik untukmu.
Kawan, janganlah kamu berjalan di depanku, aku tidak cukup mampu mengejarmu.
Kawan, berjalanlah di sampingku, mari dan bantu aku berjalan bersama-sama dengan mu agar kita sampai di tempat yang tepat.
readers, memang banyak, bahkan berjuta-juta ikan bertebaran di lautan. Tapi aku hanya mencari Nemo-ku.
readers, ketulusan itu dapat dilihat dan dirasakan dengan intens dan mudah. Tapi menemukan ketulusan itu bukan sesuatu yang mudah. Layaknya induk dan telurnya. Sang induk tidak mau kehilangan 1 telur pun, padahal ia punya telur yang lain. Ia bahkan telah menyayangi bayi-bayi itu sebelum mereka menetas. Sekalipun di baliknya bukan sesuatu yang sempurna (seperti bebek yang buruk rupa), sang induk tetap menyayanginya. "tak perlu menjadi sempurna untuk menjadi anakku. Kau tetap dan selalu menjadi anakku."
Kawan, jika kamu memiliki teman baru, selalulah kamu cari siapa ia sebenarnya. Jangan mengelak dengan 'aku percaya padanya' karena ia pun juga sedang mencari siapa dirimu. Layaknya kamu menemukan telur di hutan. Siapa kira telur indah itu berisikan anak buaya yang suatu saat bisa melukaimu?
Kawan, sadarilah, bahwa tidak ada seseorang yang akan terus berada dan mendampingi hidup kita. Suatu saat, entah cepat atau lambat, seseorang yang kita anggap sangat penting sekalipun, bisa saja pergi entah kemana. Aku tidak pernah menyangka, aku akan kehilangan dua sosok dalam satu raga.
Kawan, hargailah setiap waktumu. Pupuk apa yang telah kamu tanam, dan sirami juga beri ia sinar matahari agar tumbuh kuat. Semua butuh proses untuk keberhasilan.
Layaknya tidak akan pernah akan ada pelangi tanpa hadirnya hujan dan badai. Tiada Sukses tanpa pernah Gagal, Tiada Bahagia tanpa pernah Sedih, Tiada Cinta Sejati tanpa pernah Patah Hati. -By Rangga Umara-
Aku tutup post baruku ini dengan senyum. Senyum sepahit kopi bubuk dan gerlingan semurni embun pagi. Aku tau aku mampu lebih dari ini. Dan ketika aku berkata 'aku akan bahagia!' maka bahagialah aku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar