Kawanku, aku tidak butuh kehadiranmu disaatku butuh. Karena aku tau kamu tidak bisa dan tidak mungkin melakukannya. Tapi aku akan selalu mendengarkan barang keluh kesahmu. Mungkin sedikit saran dan tanggapan dapat meringankan bebanmu.
Kawanku, aku tidak memaksamu untuk menjadi temanku. Karena aku tau pertemanan yang baik itu terjalin dari hati yang tulus dan bersih, bukan karena rasa ingin memiliki dan paksaan. Tetapi aku tidak akan pernah menolak jika kamu menawarkan aku untuk menjadi temanmu. Karena aku tau, jauh di dalam hatimu, kamu tetap temanku yang pernah aku kenal.
Kawanku, aku tidak meminta bantuan darimu kecuali aku sangat terdesak. Karena aku tau, bahwa kamu tidak bisa melakukannya. Tapi aku percaya, jauh di dalam sana, kamu ingin melakukannya. Kamu tetap sahabatku yang pernah aku kenal.
Kawanku, aku tidak memintamu peduli padaku ketika aku tersungkur karena kepedihan yang kian mendalam. Karena aku tau kamu tidak mungkin melakukannya. Namun, cukup dengan melihat cercahan tatapanmu aku dapat melihat kamu peduli.
Kawanku, aku tidak memintamu hadir atau barang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Karena aku tau, kamu tidak akan melakukannya. Sifat dasar yang sudah tertanam. Namun ternyata ada hal yang membuatku sedih, bukan, bukan karena kamu tidak melihatku di hari ulang tahunku. Tapi karena aku harus mengumpat-umpat hanya untuk berbicara dengan sahabatku sendiri.
Kawanku, semua orang ingin di mengerti, ingin di dengar, ingin berbahagia dengan orang-orang yang mereka cintai, tapi aku harus mengubur 3 rasa yang pernah hinggap itu. Aku dan kamu tau bahwa saat ini kita tidak dalam situasi yang memungkinkan untuk berjalan di tali yang sama. Karena ternyata keadaan lebih memihak hatimu untuk melakukannya. Tapi bukan masalah bagiku, karena aku tau dan percaya, kamu tetap sahabat yang pernah aku kenal. Dan suatu saat nanti, di saat yang sudah tepat, kamu akan kembali seperti yang pernah kami kenal. Tertawa bersama seperti sahabat karib, dan saling mengerti dalam setiap keadaan.
Persahabatan yang baik dan sehat adalah yang mana mereka saling mengerti, memaafkan dan membimbing di banyak kesempatan. Karena tidak ada yang namanya mantan sahabat, di kamusku.
Kawan, aku tidak sedang mendongeng atau menakutimu atas bahwa karma itu masih ada dan berlaku...
Janganlah kamu melupakan bagaimana pertama kali kamu dapat berjalan dan meraih jemari ibumu. Karena, suatu saat kamu dapat kehilangan arah dan berjalan pada tali kehidupan yang salah.
Begitu pula...
Janganlah kamu melupakan apa yang sudah kamu berhasil jalin, temukan, maupun buat. Jangan lupakan bagaimana bahagianya kamu mendapatkannya. Karena ketika kamu lalai dan lupa, mungkin gembok tak terkunci dan harimau telah masuk menghabisi kelincimu.
Kawan, jika kamu sekarang meninggalkan kami, jangan kamu bertanya kepada Allah kenapa kamu di tinggalkan oleh orang yang penting dalam hidupmu. Karena menurut pengalaman pribadiku sendiri, karma memang benar-benar ada. Dan karma bukan sesuatu untuk di sesali, namun sebagai tempat bercermin diri dan meninggalkannya sebagai pelajaran.
Kawan, walaupun 'ia' atau siapapun meminta kami mencari teman yang lebih baik dari kamu, maaf, aku tidak mau menjadi sahabat yang jahat. Seperti kataku, tidak ada mantan sahabat, di kamusku. Kawan, mengertilah bahwa kami menganggapmu sahabat, bukan hanya sekedar bualan konyol yang mampu hilang. Karena menurutku, tidak ada satupun di dunia ini yang bisa di gantikan. Semirip apapun fisik, sifat maupun sikap seseorang/sesuatu, aku tau dan percaya bahwa mereka berbeda.
Kawan, sadarilah bahwa diatas langit masih ada langit lagi. Janganlah kamu merasa tinggi dan meninggalkan apa yang menurut kamu rendah, karena sampai kapanpun, siklus kehidupan selalu berputar. Dan siapapun dapat merasakannya, termasuk kamu.
Di peruntukkan kawanku yang sedang berbahagia di sana. Semoga saja, tulisanku ini dapat sedikit membuatmu menoleh dan sekedar say 'hi' pada kami. Tapi jika kamu tidak bisa, aku tetap percaya, suatu saat apa yang telah tertutup, tidak akan selamanya tertutup. Ia akan terbuka jika sudah pada waktunya. Dan aku percaya, jauh di dalam, kamu tetap sahabatku yang pernah aku kenal. O:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar