Minggu, 05 Agustus 2012

Posisi Mereka Orang 'Berpangkat'

Pada kenyataannya, di tahun 2012 ini, masih banyak orang-orang kurang mampu dan anak-anak balita yang tidur di jalan raya besar DKI Jakarta. Mereka merebahkan tubuh ringkih mereka diatas tanah aspal beralaskan selembar plastik tikar yang sudah lusuh. Pakaian yang mereka gunakan sudah tidak layak dan bahkan tidak dapat melindungi mereka dari sengatan matahari dan menusuknya dingin malam hari.
Di samping tempat mereka beristirahat --dibawah pohon-- terdapat gerobak sebagai alat mereka mencari sesuap nasi setiap harinya. Tidakkah hatimu tergerak melihat mereka? Tidakkah matamu berlinang menyadari dua hal? Hal pertama adalah betapa kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena keadaan kita jauh lebih baik dari mereka. Yang kedua, betapa pedihnya melihat saudara-saudara kita, masih ada yang tidak memiliki hidup yang cukup layak pada era sekarang ini?

Bagaimana dengan orang-orang berpangkat yang duduk dikursi besar kebanggaan mereka di ruang sejuk ber-air conditioner dengan di lengkapi makanan yang belum tentu mereka yang kurang mampu dapat bertemu makanan itu sekali dalam sebulan? Tidakkah sudah cukup besar gaji yang mereka dapat untuk membangun negara ini menjadi lebih baik? Tidakkah cukup fasilitas yang di berikan oleh negara ini untuk mereka? Lantas, untuk apa lagi mereka mencuri uang yang bukan hak-nya? Tidakkah seharusnya mereka bersyukur?

Mereka dengan pakaian rapih, ber-jas di lengkapi dasi yang menambah kesan mereka sebagai orang-orang berpangkat, meributkan berbagai macam hal dan mengenyampingkan masalah yang mereka anggap kecil. Pada dasarnya orang-orang berpangkat itu pasti tentu dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas hidup rakyat kecil yang bertebaran di Ibu Kota kita ini. Namun sayangnya, mereka terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri dan mungkin melupakan mereka yang tidak memiliki tempat yang cukup layak untuk di tinggali. Bukannya seharusnya pembangunan negara dapat dinikmati oleh seluruh warga negaranya? Bagaimana dengan mereka yang tinggal di pelosok-pelosok pulau? Bahkan yang berada di depan gedung dimana tempat mereka berkerja saja, tidak terurus keadaannya.


Mengapa semakin tinggi pangkat seseorang, semakin ia lupa akan kewajibannya dan melebihkan akan hak-nya? Mereka menjanjikan tempat yang layak untuk di tinggali, Sandang yang layak untuk melindungi tubuh mereka, dan pangan yang dapat dimakan oleh mereka. Tapi, apa itu semua telah terwujud? Apa mereka telah melunasi hutang mereka seperti janjinya? Belum.
Mengapa? Karena mereka sibuk pula menindas orang-orang yang berada di bawah mereka. Sadar atau tidak, ketika kita memiliki pangkat, dan semakin tinggi pula pangkat kita itu, ada waktu dimana kita dikuasai hal negatif yang bermulai dari menindas mereka yang berada kita hingga melupakan kewajiban kita. 


Tidakkah hati kalian tergerak melihat anak-anak kecil itu bermain di pinggiran kota Jakarta? Tidakkah hati kalian bergetar pilu ingin menolong mereka yang kelaparan dan kedinginan?


Mungkin kalau kita hanya berbicara saja itu mudah, tapi praktiknya-lah yang sulit untuk di lakukan. Mungkin saya sendiri terlalu banyak bicara, belum tentu bisa lebih baik dari pada orang-orang berpangkat yang telah ada sekarang. Tapi saya bercita-cita untuk menjadikan pandang orang-orang berpangkat dan mereka yang kurang mampu menjadi lebih baik, tanpa harus kehilangan dan melupakan tujuan dan kewajiban saya. Juga tidak melebihkan hak saya. STOP KORUPSI! Majukan derajat Bangsa!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar