Glegaran kilat terdengar sahut menyahut di kelam malam. Sinar rembulan pun, tertutup awan yang terbawa oleh angin malam ini. Sendu. Entah sejak kapan, namun aku baru menyadari bahwa bulan April itu bulan yang sering membuatku uring-uringan. Tidak luput dari kegundahan dan banyak pikiran. Biasanya kebahagiaan bermain diantaranya. Menarik diriku untuk luput bersamanya. Aku masih ingat betul bulan April tahun lalu. Sungguh Allah Maha Kuasa. Ia titipkan aku kebahagiaan untuk aku belajar dari mereka. Namun aku gagal. Dan sekarang, bulan April di depan mata. Belum menginjak waktunya pun, gundah dan perasaan tidak tenang menghampiri kerap kali aku melamun dan akan menutup mata.
Aku menginginkan sesuatu. Ya, inginkan hal-hal itu. Namun mereka berkata 'tidak' untukku. Dan mereka katakan 'jangan' yang berarti sebuah larangan. Aku ingin, ya aku ingin. Namun aku takut untuk melangkah lebih jauh. Aku juga tidak tau bagaimana aku menghentikannya. Aku tidak mau melangkah jauh dari perjalanan panjang yang telah ku buat. Tapi seolah ia dan takdir memaksaku melangkah, membelot dari jalan itu. Aku tak punya acuan. Tak punya tujuan. Aku... mungkin aku tersesat. Ya, tersesat. Dimana aku sekarang?
Aku meyakini seseorang yang telah membuat kata-kata penuh harapan seperti 'Kesabaran itu memang pahit. Terkadang sangat pahit. Namun buahnya sangat manis tak terkira.' bukanlah orang sembarangan yang buta. Ia pasti telah melalui hal berat -yang entah lebih berat atau tidak- seperti kita. Namun terkadang kesabaran itu mudah runtuh jika kepercayaan dan harapan memudar. Jadi, aku masih belum mengetahui ke jalan mana aku harus melangkah. Aku tersesat. Tersesat tanpa arah dan tujuan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar