Jumat, 02 Juli 2010

sang Aquarius

Seorang aquarius bilang, aku sayang dia. Selamanya. Tapi andai kami harus berpisah, aku berucap, dia selalu ada. Seorang itu tak pernah lelah menunggu. Rela menangis tanpa sebab, rela tak diperdulikan. Tapi ia tetap menunggu entah apa itu. Seorang itu bilang, tutuplah, kuncilah perasaan ku dan simpan kunci itu jika suatu saat kita kan bertemu lagi. Begitu bergetar suaranya. Hingga tubuhnya bergetar dan air matapun jatuh, entah mengapa malam itu begitu dingin menusuk.

''Aku tau aku bukan apaapa'' katanya. ''Tapi aku takkan pernah berhenti menyayangimu dan mendoakan kebaikkan u/ mu''


Ia berucap lagi, kamu memang bukan orang pertama, tapi kamu cinta pertama. Aku ingin yang terbaik untuk mu. Terdengar lirih sekali. Yang Maha Kuasa membisikkan bahwa terjadi sesuatu padamu. Aku tak tau apa. Tapi rasanya sakit sekali, di sini. Tak ku sangka, Allahualam, apakah kamu juga bisa merasakan apa yang aku rasa ? Seperti aku merasakan sesuatu tentang mu ?

''Aku tidak meminta sesuatu. Aku terlalu pengecut. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.'' gerimis pun datang mengguyur sang aquarius. ''tak meminta perhatian mu, melihat mu bahagia itu cukup'' seseorang itu masih berdiri di sana. ''1,6 tahun , aku tidak meminta apapun bukan ? Cukup kehadiranmu'' sang aquarius tersenyum hambar.


''apa memang berakhir di sini ?'' ''tentu sakit tak bisa melihat kebahagianmu lagi''


Tapi aku tau, kamu bisa mendapatkan semuanya. Tidak seperti aku yang pengecut. Lagi, sang aquarius tersenyum hambar.

Cukup 1 kalimat, ''aku cinta dan sayang kamu'' sang aquarius pun tersenyum dan jatuh terpejam di tempat itu, di tengah hujan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar